analisamedan.com - Kader-kader militan PDI Perjuangan menyampaikan pernyataan sikap terkait suksesi kepemimpinan PDI Perjuangan Kota Medan Periode 2025-2030 yang akan berlangsung dalam beberapa Minggu ke depan di Zwei Coffee Jalan Bromo No. 46 Medan, Rabu (10/9/2025) malam.
Pernyataan sikap yang dibacakan oleh Korlap PDI-P Medan Denai, Kecamatan Medan Denai Benny Simbolon didampingi para kader- kader militan PDI Perjuangan isinya sebagai berikut :
1. Kami akan tegak lurus dengan setiap keputusan/penetapan pucuk pimpinan PDI Perjuangan baik di tingkat DPD Sumut maupun DPC Kota Medan.2. Kami menolak dengan tegas calon yang diusung kelak memimpin PDI Perjuangan Kota Medan kedepannya yang mana apabila ada calon tersebut pernah dikabarkan didalam Sidang Segketa Pilpres di Mahkamah Konstitusi tahun 2024 terindikasi ataupun terafiliasi dengan Calon Presiden/Wapres yang tidak diusung PDI Perjuangan pada perhelatan Pemilihan Presiden/Wapres RI pada tahun 2024.
Sebagai Partai Pelopor, PDI Perjuangan hadir di tengah-tengah masyarakat untuk tidak menetapkan calon yang terindikasi sebagai penghianat dan juga terindikasi bermain dua kaki dalam perhelatan Pilpres 2024 dan tidak tegak lurus terhadap keputusan partai.
3. Kami melihat dan menyaksikan adanya video yang beredar di Media Sosial, ada oknum ataupun calon yang diusulkan untuk memimpin DPC PDI Perjuangan Kota Medan disinyalir bermanuver dengan cara mengundang (mengumpulkan) PAC PDI Perjuangan se Kota Medan pasca sidang pleno dan juga adanya dugaan keterlibatan mahasiswa (pakai Almamater Kampus) dalam hal penyampaian visi misi calon ketua DPC PDI Perjuangan Kota Medan 2025-2030, di mana oknum calon ketua tersebut membuat acara yang bertajuk "Do'a untuk Keselamatan Bangsa bersama Rekan Juang dan Tokoh Agama/masyarakat serta Mahasiswa di Kota Medan".