analisamedan.com -
Dalam kurun waktu 2 pekanterakhir, peta situasi politik jelang pesta demokrasi pemilihan kepala daerah(pilkada) di Kabupaten Deliserdang disajikan dengan sejumlah langkah politik daripartai politik (parpol) terkait bakal calon yang akan diusung.
Diawali dengan Partai DemokrasiIndonesia Perjuangan (PDIP) yang mengumumkan bahwa partai politik (parpol)berlambang Banteng Moncong Putih itu merekomendasikan dr Asri Ludin Tambunanmenjadi bakal calon bupati dari partai tersebut pada pilkada Deliserdang.
selang beberapa hari setelah itu,PartaI Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) juga melakukan pengumuman serupaterkait bakal calon bupati Deliserdang yang diusung. Partai pemenang pemilUlegislatif di Deliserdang ini ternyata juga merekomendasikan nama yang samayakni, dr Asri Ludin Tambunan sebagai bakal calon bupati Deliserdang.
Namun bedanya, Gerindramengeluarkan rekomendasi lebih cerdas dari PDIP. Pasalnya rekomendasi yangditandatangani langsung Ketua Umum Prabowo Subianto dan Sekretaris Jenderal Ahmad Muzani mengeluarkan paket pasanganBupati dan Wakil Bupati Deliserdang yakni, dr Asri Ludin Tambunan dengan kaderGerindra Lom Lom Suwondo.
Cerdas Melihat Peluang
Strategi politik ini Gerindra cukup cerdas dalammelihat peluang. Rekomendasi paket pasangan ini menjadi bukti Gerindra tetapmengutamakan kadernya dalam perhelatan untuk menutupi kelemahan kaderisasi ditubuh parpol penguasa ini.
Sulit untuk memahami argumentasiGerindra tidak mengusung kaderny sendiri sebagai bakal calon bupati mengingat,Gerindra partai pemenang pemilu legislatif di Kabupaten Deliserdang 14 Pebruari 2024 lalu. Gerindra juga merupakanpartai penguasa dengan tampuk pimpinan sekira Oktober 2024 akan datang dengan dilantiknyaPrabowo Subianto sebagai Presiden RI.
Jawaban yang logis, Gerindra Deliserdangsaat ini tidak punya kader yang layak secara kualitas untuk diikutsertakandalam kontestasi selevel pilkada bupati dan wakil bupati sehingga tidak 'pede'mengajukan kaderny sendiri untuk maju meski pemilu legislatif kemarin meraihperolehan 7 kursi. Namun sepertinya, personel kader yang maju hanya pede secaraindividu di level daerah pemilihan tidak untuk kabupaten.
Karena itu, kecerdasan Gerindradalam menutupi kelemahan sistem kaderisasi selama ini yang belum menghasilkankader berkualitas untuk maju pada kontestasi pilkada Deliserdang namun tetapmengambil momentum kadernya bisa maju meski sebagai bakal calon wakil bupati.