USU Kembangkan Smart Water System Berbasis IoT untuk Pemulihan Kualitas Air Pascabanjir

Taufik Wal Hidayat
analisamedan.com/ist
Dosen dan mahasiswa USU melalui program Mahasiswa Berdampak Kemendiktisaintek mengembangkan inovasi teknologi berupa sistem pemantauan kualitas air berbasis Internet of Things (IoT) foto bersama di Kolam Pancing Uncu dan Kolam Ikan Pak Bangun di Jalan. Klambir V Pasar IV Lingkunga II, Desa Klambir Lima Kebun, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang.

analisamedan.com - Universitas Sumatera Utara (USU) melalui program Mahasiswa Berdampak Kemendiktisaintek mengembangkan inovasi teknologi berupa sistem pemantauan kualitas air berbasis Internet of Things (IoT) guna membantu pemulihan kondisi perairan kolam ikan pascabanjir.

Inovasi diberi na ma AQUA-SMART FISH IoT ini dirancang sebagai perangkat monitoring yang mampu mengukur kualitas air secara real-time, meliputi tingkat keasaman (pH), kekeruhan, serta Total Dissolved Solids (TDS).

Data yang diperoleh selanjutnya dikirimkan secara nirkabel ke sistem berbasis cloud untuk memudahkan pemantauan dan pengambilan keputusan secara cepat dan tepat.

Kegiatan ini dilaksanakan selama Februari hingga Maret 2026 di Kolam Pancing Uncu dan Kolam Ikan Pak Bangun di Jalan. Klambir V Pasar IV Lingkunga II, Desa Klambir Lima Kebun, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang.

Ketua Tim, Dr. Muhammad Taufik, S.Si., M.Si yang juga dosen FMIPA USU kepada analisamedan.com belum lama ini menyampaikan bahwa inovasi ini merupakan bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam menjawab permasalahan masyarakat, khususnya di sektor perikanan air tawar pascabanjir.

"Perubahan kualitas air akibat banjir seringkali tidak terdeteksi secara cepat, sehingga berdampak pada kesehatan ikan. Melalui sistem ini, masyarakat dapat memantau kondisi air secara akurat dan melakukan langkah antisipatif," ujar Dr Muhammad Taufik.

Lebih lanjut dikatakannya, perangkat ini dirancang dengan spesifikasi yang mendukung penggunaan di lapangan, sehingga efisien untuk pemantauan jangka panjang.

Kegiatan tersebut melibatkan sebanyak 65 mahasiswa lintas disiplin, terdiri dari Ikatan Mahasiswa Kimia (IMK), Himpunan Mahasiswa Biologi, mahasiswa Kedokteran Gigi (PSMKGI), FORMILTAN, serta HIMATIF.

Keterlibatan mahasiswa ini, katanya menjadi bagian dari upaya pembelajaran berbasis pengalaman sekaligus pengabdian kepada masyarakat.

Dosen pendamping, Hayatunnufus, S.Kom., M.Cs., CIT., menambahkan bahwa selain menghadirkan inovasi teknologi, program ini juga bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan kualitas air secara berkelanjutan.

Diharapkan, melalui penerapan teknologi ini, masyarakat mampu meningkatkan produktivitas usaha perikanan serta berdampak pada peningkatan pendapatan ekonomi secara berkelanjutan.

Penulis
: taufik
Editor
: taufik

Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

Terobosan Baru Pertamina EP Pangkalan Susu Optimalkan Produksi Sumur Migas Eksisting

Pendidikan

Rampas 08 Sumut Dukung KPK dan Kejaksaan Usut Tuntas Dugaan Korupsi DJKA Medan

Pendidikan

1.586 Mahasiswa Diwisuda, Rektor USU Berharap Lulusan Berkontribusi Nyata

Pendidikan

Ketua PPIH Bersyukur Kartu Nusuk Diterima Jemaah di Embarkasi

Pendidikan

Kakanwil Kemenhaj Sumut Ingatkan Kegunaan Kartu Nusuk

Pendidikan

Rektor USU Lantik Wakil Rektor dan Sekretaris