Tim PkM UMA Dorong Petani Kopi Sidamanik Terapkan Zero Waste Integrated System

Limbah Organik dan Biomassa Lokal Mendukung Budidaya Kopi Rakyat
Taufik Wal Hidayat
analisamedan.com/ist
Ketua Tim PkM UMA Dr. Ir. Syahbudin Hasibuan, M. Si berdialog dengan peserta petani kopi rakyat di Kecamatan Sidamanik, Kabupaten Simalungun dalam kegiatan PkM UMA belum lama ini

analisamedan.com - Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Medan Area (UMA) melaksanakan pengabdian masyarakat untuk mendorong petani Kopi Sidamanik dalam memanfaatkan pemanfaatan limbah organik dan biomassa lokal menjadi pupuk organik yang bernilai guna.

Kegiatan dikemas dalam judul "Implementasi Zero Waste Integrated System dalam Pemanfaatan Sumberdaya Lokal untuk Peningkatan Produksi Kopi di Kecamatan Sidamanik" itu sebagai bentuk kontribusi UMA dalam mendukung peningkatan kapasitas petani kopi rakyat berkelanjutkan.

"PkM UMA ini berangkat dari permasalahan yang dihadapi petani kopi, antara lain masih tingginya ketergantungan terhadap pupuk anorganik, belum optimalnya pemanfaatan limbah organik kebun, serta perlunya peningkatan pengetahuan petani dalam menerapkan sistem budidaya kopi yang lebih berkelanjutan," ungkap Ketua Tim PkM UMA Dr. Ir. Syahbudin Hasibuan, M. Si didampingi anggota tim Indah Apriliya, SP, M. Si dan Ifan Aulia Candra, SP, M. Biote.

Lebih lanjut dikatakannya, program ini menyasar petani kopi rakyat di Kecamatan Sidamanik, Kabupaten Simalungun, yang dikenal sebagai salah satu wilayah penghasil kopi potensial di Sumatera Utara. Melalui kegiatan ini, petani diberikan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan limbah pertanian secara terpadu, khususnya limbah dari aktivitas budidaya dan pengolahan kopi, agar tidak terbuang begitu saja, tetapi dapat dimanfaatkan kembali sebagai input produksi pertanian.[]

Pendekatan

Pendekatan Zero Waste Integrated System, limbah organik seperti kulit kopi, serasah daun, sisa tanaman, dan biomassa lokal lainnya dapat diolah menjadi pupuk organik untuk mendukung kesuburan tanah dan mengurangi biaya produksi.

"Program ini tidak hanya bertujuan memberikan penyuluhan, tetapi juga mendorong petani agar mampu mengolah sumber daya lokal secara mandiri. Dengan pemanfaatan limbah organik menjadi pupuk, petani diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap input eksternal, menjaga kualitas lahan, dan meningkatkan produktivitas kopi secara berkelanjutan," ujar Dr. Syahbudin Hasibuan,

Rangkaian kegiatan meliputi koordinasi dengan mitra, identifikasi potensi sumber daya lokal, penyampaian materi mengenai konsep zero waste, pelatihan pembuatan pupuk organik, serta pendampingan implementasi di lapangan. Selain itu, tim juga menyusun modul pelatihan sebagai panduan praktis bagi petani dan koperasi dalam menerapkan sistem pengelolaan limbah berbasis sumber daya lokal.

Ditambahkannya, dalam PkM UMA ini, pihaknya melibatkan mahasiswa sebagai bagian dari proses pembelajaran langsung di masyarakat. Keterlibatan mahasiswa berperan dalam membantu administrasi kegiatan, dokumentasi, pengumpulan data, serta pendampingan teknis selama pelaksanaan program. Dan mahasiswa diharapkan dapat memperkuat pengalaman praktis dalam bidang pemberdayaan masyarakat, pertanian berkelanjutan, dan penerapan ilmu pengetahuan di lapangan.

Melalui kegiatan ini, Universitas Medan Area berharap dapat memperkuat peran koperasi dan kelompok petani sebagai penggerak utama dalam pengelolaan sumber daya lokal. Program ini juga diharapkan menjadi model penerapan teknologi tepat guna yang dapat direplikasi pada kelompok petani kopi lainnya, khususnya dalam upaya menekan biaya produksi, mengurangi limbah pertanian, dan mendukung praktik pertanian ramah lingkungan.

"Terlaksananya program Pengabdian kepada Masyarakat ini, petani kopi rakyat di Kecamatan Sidamanik diharapkan semakin mampu menerapkan sistem pertanian yang produktif, efisien, dan berkelanjutan. Program ini sekaligus menjadi wujud nyata peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan pertanian lokal dan peningkatan kesejahteraan masyarakat," jelasnya.

Penulis
: taufik
Editor
: taufik

Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

Dorong UMKM Berbasis Budaya, Rumah Zakat Salurkan Bantuan Modal Usaha Buket Bunga Khas Melayu

Pendidikan

Rumah Zakat Gelar Posyandu Lansia di Desa Simatorkis, 32 Peserta Dapat Layanan Kesehatan Gratis

Pendidikan

CLS dan MUI Medan Teken MoU , Dorong Program Nyata Pelestarian Lingkungan

Pendidikan

Aktivis Lingkungan Minta Pemkab Deliserdang Lebih Serius Mengelola Sampah

Pendidikan

Rumah Zakat Siapkan Pelatihan Sablon Modern di Desa Suka Maju, Bidik Lahirkan Wirausaha Baru

Pendidikan

MUI Medan dan Yayasan CLS Perkuat Sinergi Ecoteologi untuk Atasi Krisis Sampah