analisamedan.com - Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Pertanian UMSU melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) 2024 melaksanakan kegiatan di Kelompok Tani Sumbekan Simalem yang berada di Dusun XI Sumbaikan II Desa Suka Makmur, Kecamatan Kutalimbaru Kabupaten Deli Serdang, pada Kamis 30/1/2025.
Kegiatan kemitraan masyarakat tersebut dikemas dalam judul "Pembuatan Trichoderma sp Cair Nabati" yang dibiayai oleh APB UMSU (internal) Tahun Anggaran 2024,dengan Ketua Program Dr. Mhd Thamrin, M.Si, Dr. Desi Ardilla dan Khairunnisa Rangkuti, SP., M.Si dan anggota dari mahasiswa yakni Tegar Ananda, Alvin Nugroho dan Suhaimi Azizi Nasution.
Menurut Thamrin pemilihan kelompok tani Sumbekan Simalem sebagai tempat melaksanakan kegiatan PKM adalah kelompok tani tanaman hortikultura, sehingga pelatihan pembuatan Trichoderma sp Cair Nabati ini diharapkan mampu mendukung kemandirian petani untuk tanaman sehat.
Tanaman hortikultura, seperti sayur dan buah-buahan, merupakan komoditas penting bagi petani. Namun, hama dan penyakit tanaman seringkali menjadi hambatan utama dalam meningkatkan hasil panen.
Salah satu solusi ramah lingkungan untuk mengatasi hama dan penyakit tanaman adalah dengan menggunakan agen pengendali hayati (APH) Trichoderma. Trichoderma merupakan jamur yang secara alami dapat mengendalikan berbagai jenis hama dan penyakit tanaman.
Jamur ini bekerja dengan cara parasitisme, kompetisi, dan antibiosis terhadap patogen tanaman. Trichoderma juga dapat meningkatkan ketahanan tanaman terhadap hama dan penyakit.
Manfaat Pelatihan
Khairunnisa dan Desi Ardilla pada saat penyampaian materi PKM mengatakan bahwa pelatihan pembuatan Trichoderma sp Cair Nabati memiliki banyak manfaat, diantaranya :
1. Meningkatkan Pengetahuan dan Keterampilan Petani, petani memahami konsep APH (agen pengendali hayati) Trichoderma sp, mampu secara mandiri melakukan pengendalian hama dan penyakit tanaman, cara pembuatan dan perbanyakannya secara mandiri.
2. Mengurangi Ketergantungan Petani pada Pestisida Kimia, dengan menggunakan Trichoderma sp Cair Nabati, petani dapat mengurangi ketergantungan mereka pada pestisida kimia dan meningkatkan keberlanjutan usaha tani mereka.
3. Meningkatkan Hasil Panen, Trichoderma sp Cair Nabati yang digunakan secara tepat dapat membantu meningkatkan ketahanan tanaman terhadap hama dan penyakit, sehingga dapat meningkatkan hasil panen. Hal ini dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.
4. Memperkuat Ketahanan Pangan, mengurangi ketergantungan terhadap pasokan makanan dari luar daerah dan meningkatkan kemandirian pangan dan
5. Meningkatkan Adopsi Teknologi Ramah Lingkungan, pelatihan ini dapat mewujudkan pertanian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan
Ketua Kelompok Tani Sumbekan Simalem diwakilkan Habibullah mengucapkan terima kasih akan pelaksanaan kegiatan PKM dari UMSU ini,
"Alhamdulillah dengan adanya kegiatan ini, banyak sekali manfaat yang kami dapatkan khususnya pada, ternyata pembuatan Trichoderma sp Cair Nabati ini sangat mudah sekali, dan bahan bakunya mudah didapat, karena bersumber dari dapur rumah tangga seperti bawang putih, nasi, air kelapa dan lainnya ujar Habib. Saya mewakili Kelompok Tani Sumbekan Simalem berharap agar kegiatan PKM dari UMSU ini dapat berlanjut pada potensi lainnya, sehingga dapat memperkuat kemandirian petani," ucapnya
Pada saat pelatihah juga turut didampingi dan dibantu oleh Penyuluh Pertanian WKPP Desa Makmur Kecamatan Kutalimbaru Riswan Rudyanto, SP.