analisamedan.com - Kemajuan digital menjadi fenomena yang tidak bisa dihindari. Semua aspek kehidupan tidak bisa lagi menghindar dari jangkauan kemajuan digital termasuk pergaulan anak-anak yang dampaknya bisa negatif dan positif. Karena itu, penting bagi semua orang khususnya anak untuk membangun persahabatan sehat dan bertanggung jawab baik di dunia nyata maupun maya.Hal itu diungkapkan Pakar Pendidikan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Dr Roma Putra Hutasuhut M Pd saat menjadi narasumber Seminar Perlindungan Anak yang digagas Panitia Pelaksana Forum Daerah (Forda) ke-III Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Deliserdang, Senin (1/9) di aula Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Beringin, Kecamatan Beringin.Fenomena perundungan (bullying) baik anak menjadi korban maupun sebagai pelaku kian marak dan sangat memprihatinkan. Di dunia nyata anak sering kali menjadi korban bahkan melakukan perundungan yang efek negatifnya tidak saja berdampak kepada tindak kekerasan secara fisik, tapi juga berujung kepada psikis.Dalam interaksi sosial anak-anak di dunia maya, fakta miris juga terjadi tatkala perilaku perundungan menjadi fenomena negatif. Dunia maya menjadi sarana tak terbendung terjadinya perundungan yang dampaknya lebih mengerikan terhadap anak.Perundungan itu sendiri terang Roma, bisa dalam bentuk fisik seperti, memukul, mendorong dan merusak barang. Perundungan dalam bentuk verbal, mengejek, menghina, memberi julukan kasar dan sebagainya."Ada juga bullying sosial seperti mengucilkan, menyebar gosip. Juga cyber bullying seperti komentar jahat, menyebar foto tanpa izin dan lainnya," papar doktor jebolan Universitas Negeri Medan (Unimed) ini.Secara khusus Roma mengingatkan dan mengajak peserta seminar perlindungan anak yang didominasi peserta didik tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) ini untuk membangun persahabatan sehat dan bertanggung jawab baik di dunia nyata maupun maya.