analisamedan.com -Sekitar satu bulan jelang pertandingan, venue tinju Pekan Olahraga Nasional (PON) belum juga diputuskan. Gedung Merdeka yang disiapkan Pemkot Pematang Siantar dinilai kurang layak. Apa dasar penilaian tersebut?Pelatih Tinju Sumut Anharsyah Tua Harahap menyinggung masalah venue yang jadi kekhawatiran semua pihak terkait terutama penyelenggara pertandingan. Masalah terbesar venue yang dipersiapkan itu salah satunya penempatan lokasi pertandingan di lantai 5 Gedung Merdeka yang tengah dalam pembangunan. "Mengenai venue saya sangat khawatir bila diadakan di atas gedung lantai 5," ungkap Anharsyah kepada wartawan di tengah kesibukannya mempersiapkan tim di Simalungun, Jumat (22/8).Untuk laga tinju amatir sekelas PON yang digelar secara marathon dengan banyak pertandingan lokasi di gedung tinggi bisa sangat berbahaya. Terutama dalam hal mobilisasi bila terjadi keadaan darurat seperti kerusuhan hingga petinju yang cedera.Olahraga tarung seperti tinju sangat rentan terjadi perdebatan hingga kerusuhan yang tak diinginkan. Begitu juga cedera petinju akibat pertarungan yang sangat intens selama lebih dari satu pekan."Lift di gedung itu cuma dua kita sangat khawatir sekali bila terjadi yang tidak kita inginkan akan terjadi penumpukan massa. Begitu juga bila petinju cedera dan perlu penanganan cepat akan sulit untuk segera dievakuasi ke RS dari lantai 5 itu," tutur Anharsyah Tua. Pemko Pematang Siantar memang menyiapkan Gedung Merdeka di Jalan Merdeka untuk venue tinju. Lokasi itu dibangun sebagai sarana olahraga uang menyatu dengan pusat perbelanjaan. Lokasi GOR pertandingan tinju letaknya di lantai 5 yang hingga kini belum rampung. "Sampai saat ini gedungnya masih belum selesai, sehingga belum diuji kelayakannya," ujar Anharsyah.Venue Alternatif Lebih LayakPertina sendiri telah menawarkan gedung Kampus HKBP Nommensen sebagai alternatif.