analisamedan.com - Salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Badan Gizi Nasional (BGN) di Kota Padangsidimpuan dihentikan operasionalnya setelah temuan roti berjamur yang viral pekan lalu, Rabu (04/03/2026).Hal tersebut sesuai Surat Keputusan Badan Gizi Nasional di Jakarta yang di tanda tangani Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah 1 BGN, Dr. Harjito, SSTP, MSi.Surat bernomor 693/D.TWS/03/2026 tertanggal 4 Maret 2026 pada point pertama menerangkan bahwa Pemberhentian Operasional Sementara SPPG Padangmatinggi Lestari Provinsi Sumatera Utara terkait temuan makan tidak layak atau roti berjamur pada menu MBG.Dengan temuan tersebut diatas, dihentikan operasionalnya sampai dengan terpenuhinya tenaga Pengawas Gizi serta infrastruktur yang sesuai standart.Menanggapi hal tersebut, Walikota Padangsidimpuan Letnan Dalimunthe melalui Kepala Dinas Pendidikan, Ahmad Rizky Hariri Hasibuan mengatakan setelah dikeluarkannya surat pemberhentian operasional sementara SPPG Padangmatinggi Lestari itu siswa yang selama ini mendapatkan MBG dari SPPG Padangmatinggi Lestari juga dihentikan sementara."Karena SPPG lainnya tidak mampu mengisi jatah dari SPPG Padangmatinggi Lestari. Jadi murid-muridnya sementara tidak mendapatkan MBG," katanya.Dirinya berharap kejadian yang sama tidak terulang lagi dan pihak SPPG agar melaksanakannya program MBG sesuai aturan dan standar yang sudah ditetapkan BGN.Kadis juga menghimbau orangtua pro aktif untuk menyampaikan tentang MBG yang diterima anak-anaknya di sekolah dan jika menemukan adanya kejanggalan untuk menyampaikannya kepada Satgas MBG."Ini jadi peringatan kepada seluruh SPPG di Kota Padangsidimpuan agar melaksanakan MBG sesuai dengan aturan dan standar yang sudah ditetapkan BGN. Karena jika dilanggar akan ada sanksi seperti pemberhentian operasional SPPG," tegasnya.
Sebelumnya Heboh! Roti MBG di Sidimpuan Jamuran. Pihak Sekolah Tarik Kembali Dari Tangan Siswadiberitakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi sorotan publik dan bahan perbincangan orang tua murid di Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara. Pasalnya dugaan roti yang dibagikan kesiswaan sebagian sudah jamuran, Selasa (24/02/2026).Dimana hal tersebut terjadi pada Senin (23/02) saat pembagian MBG Ramadhan di SD Negeri 2 Padangmatinggi, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan.Dimana kronologi bermula ketika penyaluran menu MBG Ramadhan termasuk roti kemasan dibagikan pihak sekolah ke siswa yang berjumlah 500-an siswa.Lalu terjadi keributan termasuk diantara para guru setelah mengetahui banyak yang jamuran dan takut terjadi hal yang tak diinginkan langsung mengumpulkan roti tersebut yang membuat heran siswa yang awalnya gembira.Salah seorang guru yang dikonfirmasi media membenarkan hal tersebut dan merupakan tindakan untuk pencegahan."Benar bang. Itu semalam saat pembagian separuh yang diterima siswa rotinya sudah jamuran maka daripada terjadi hal yang tidak diinginkan dan orang tua siswa juga ribut maka kamqqi tarik kembali" Ucapnya menjelaskan kronologi tersebut.Sedangkan untuk menu pada Selasa (24/02) yakni ubi rebus."Kalau hari ini bang gadung (ubi) menunya. Dan itu juga banyak yang keras sudah kami sampaikan" Tegasnya.Menyikapi hal tersebut, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Padangmatinggi Lestari, Ilham Ramadhan saat ditanyai persoalan roti jamuran tersebut akan mengganti roti."Oiya kami bakal mendistribusikan kembali roti dihari Jum'at ke sekolah bg" Jawab Kepala SPPG.Sedangkan dinas pendidikan Kota Padangsidimpuan hingga saat ini belum mengeluarkan pernyataan padahal terjadi bukan hanya sekali.Jika hal seperti ini berulang kali dikhawatirkan akan lepas dari pengawasan sekolah.