analisamedan.com -Setelah merendam seratusan rumah warga, hujan lebat juga mengakibatkan longsor dan terputusnya Jalan Nasional di Danau Siais, Kelurahan Rianiate, Kecamatan Angkola Sangkunur, Senin (24/11/2025).Akibatnya Jalan penguhubungPantai Barat Madina di KabupatenTapanuli SelatanKabupaten terpaksa ditutup sementara dikarena tidak bisa dilalui pengendara baik roda dua dan empat.
Pantauan media, terputusnya akses ini dikarenakan jalan nasional yang amblas lebih kurang 30 meter tepat di Kelurahan Rianiate Yang tak jauh dari Danau Siais.Banjir Rendam Seratusan RumahHujan lebat yang menyebabkan banjir dan merendam puluhan rumah di Lingkungan I, Kelurahan Rianiate, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.Kini banjir merendam seratusan rumah di Sibara-bara, Dusun 2 Pardomuan-Dusun 3 Setia Baru, Desa Simataniari, Kecamatan Angkola Sangkunur."Ada sebanyak 160 kepala keluarga rumahnya terendam. Ketinggian air bervariasi, hingga mencapai satu meter," kata Plt Kepala Desa Simataniari Hasian Harahap pada Senin 24 November 2025.Banjir disebabkan air Sungai Sangkunur di meluap sejak pukul 6:30 WIB. Bahkan, lebih kurang lima hektare lahan pertanian dan perkebunan warga turut terendam."Memang belum tidak ada warga yang korban atau mengungsi. Namun, untuk anak-anak sekolah di desa ini terpaksa libur atau diliburkan pihak sekolah, karena gedung sekolah juga turut terendam," ujarnya.Kepala Pelaksana BPBD Tapsel Julkarnain Siregar mengatakan, sudah ada sekitar 86 rumah di Lingkungan I, Kelurahan Rianiate yang terdampak."Sementara untuk daerah Simataniari kita masih menerima ada lima rumah yang terdampak," katanya."Kita terus monitiring dan akan mendata. Pun demikian Pemkab Tapsel mengimbau agar masyarakat khususnya di wilayah rawan bencana tetap waspada mengingat cuaca belakangan ini tidak baik-baik saja alias ekstrem," katanya.Sebelumnya, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofiska (BMKG) Wilayah I Sumatera Utara, Hendra Nugroho juga sudah mengingatkan dan memperkirakan terjadinya cuaca ekstrem 22 - 27 November 2025.BMKG juga mengimbau masyarakat di sejumlah wilayah Sumut termasuk di Tapanuli Selatan, untuk mewaspadai terjadinya banjir dan banjir bandang khususnya di daerah rawan dan sepanjang alur sungai, hingga ancaman longsor.