analisamedan.com-Singkong menjadi komoditas unggulan di Desa Barengkok, Kabupaten Bogor. Dari lahan pertanian seluas 285 hektar, petani mampu menghasilkan 30–50 kilogram singkong setiap panen dengan harga Rp1.350 per kilogram. Namun, keterbatasan inovasi membuat olahan singkong desa ini masih sebatas tape tradisional dan sulit menembus pasar yang lebih luas.
Melihat potensi besar tersebut, mahasiswa Universitas Pertamina (UPER) hadir dengan program pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui diversifikasi produk olahan singkong sekaligus memperkenalkan pemasaran digital pada 8 September 2025. Tim mahasiswa terdiri dari Dhandy Satrio Vasya Ritonga, Laudya Gracia Erinne Laurens, Hana Calita Nambela, Nasywa Azaria, dan Muhammad Rafi' Al Rasyid.
"Melalui program ini, kami memberikan pelatihan pengolahan singkong menjadi produk baru seperti stik crispy, bola ubi, dan keripik singkong, sekaligus pelatihan pemasaran digital sederhana," kata Dhandy.