Ibu dan Anak di Batangtoru Hilang Tertimbun Longsor

Amir Hamzah Harahap
analisamedan.com - Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Batangtoru pada Senin 18 Mei 2026 sore memicu tanah longsor di Lingkungan II, Kelurahan Wek I. Dua warga tertimbun material longsor dan hingga malam hari belum ditemukan.Kapolsek Batangtoru AKP Penggar M. Siboro saat dikonfirmasi wartawan Senin 18/5/2026 membenarkan peristiwa itu. Ia menyebut peristiwa terjadi sekitar pukul 19.00 WIB, dua jam setelah hujan lebat melanda wilayah tersebut sejak pukul 17.00 WIB."Korban terbawa tanah longsor belum ditemukan. Saat ini proses pencarian masih berlangsung bersama masyarakat," ujar AKP Penggar M. Siboro.Identitas KorbanDua korban yang tertimbun longsor diketahui bernama:1. *Yasine Gulo*, perempuan, lahir Gunung Sitoli 05 September 1982, beragama Katolik, pekerjaan petani, warga Kelurahan Wek I, Kec. Batangtoru. 2. *Sariman Gulo*, laki-laki, lahir Ulu Ala 30 September 2000, pelajar, warga Kelurahan Wek I, Kec. Batangtoru.Kronologi: Pergi Perbaiki Saluran Air Saat Hujan DerasMenurut keterangan anak bungsu korban, Viki, peristiwa terjadi sekitar pukul 18.00 WIB. Air mulai merembes dan menggenangi rumah keluarga korban yang berada di kawasan perbukitan setelah hujan deras mengguyur sejak sore.Melihat kondisi itu, Sariman Gulo sebagai anak sulung memutuskan memeriksa saluran air di belakang rumah. Jaraknya sekitar 50 meter dari bangunan utama dengan kondisi tanah yang menanjak dan labil.Tidak lama berselang, Yasine Gulo menyusul anaknya untuk membantu memperbaiki aliran air yang tersumbat agar tidak masuk ke dalam rumah."Abang duluan yang pergi ke belakang. Nggak lama ibu nyusul. Aku lihat mereka ke arah belakang rumah buat beresin air yang masuk," kata Viki yang menjadi saksi mata.Sekitar 15 menit kemudian terdengar suara gemuruh besar dari arah perbukitan. Material tanah, batu, dan pepohonan langsung meluncur menimbun area tempat Yasine dan Sariman berada."Aku lihat sudah longsor. Batu dari atas ikut jatuh semua. Aku panggil-panggil ibu dan abang, tapi nggak ada jawaban," ujar Viki dengan suara bergetar.Hingga dua jam setelah kejadian, Yasine dan Sariman tidak kunjung kembali ke rumah. Keluarga mulai khawatir karena jika selamat, biasanya mereka akan segera keluar dari lokasi."Kalau masih selamat, pasti mama dan abang sudah pulang. Ini sudah terlalu lama," kata Viki menahan tangis.Upaya Pencarian Terkendala Cuaca dan MedanTim gabungan dari Polsek Batangtoru, BPBD Tapanuli Selatan, TNI, Polri, relawan, dan warga setempat langsung turun ke lokasi setelah mendapat laporan. Kapolsek Batangtoru menjelaskan pihaknya telah melakukan pencarian terhadap korban bersama masyarakat, namun korban belum ditemukan. Untuk mendukung upaya tersebut, tim juga melakukan penerangan malam hari dan mendatangkan alat berat."Hingga saat ini korban belum ditemukan. Perkembangan selanjutnya akan kami laporkan kembali," kata AKP Penggar M. Siboro.Pencarian dilakukan secara manual menggunakan cangkul, linggis, dan tali. Alat berat belum bisa masuk optimal karena akses jalan menuju lokasi sempit dan licin akibat hujan. Kondisi tanah di sekitar titik longsor juga masih labil.Kepala Kelurahan Wek I, Syahrul Siregar, mengimbau warga yang tinggal di lereng bukit untuk sementara mengungsi."Kami minta warga waspada. Tanah di daerah ini memang rawan longsor kalau hujan deras turun lebih dari dua jam. Saat ini fokus kami membantu proses pencarian korban," ujarnya di lokasi kejadian.BMKG Sudah Keluarkan Peringatan DiniBadan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika BMKG sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini hujan lebat disertai angin kencang untuk wilayah Tapanuli Selatan dan sekitarnya pada 17–19 Mei 2026.Kepala BPBD Tapsel, Ilhamuddin Nasution, mengatakan wilayah Batangtoru memang masuk zona rawan bencana hidrometeorologi. "Sepanjang 2026 ini sudah tiga kali terjadi longsor di Batangtoru yang menimbulkan korban jiwa. Kami terus mengingatkan warga untuk tidak beraktivitas di lereng saat hujan deras," katanya.Keluarga Berharap Korban Segera DitemukanHingga pukul 20.30 WIB, pencarian masih berlangsung. Lampu penerangan dan tenda darurat telah didirikan di lokasi untuk mendukung proses evakuasi malam hari.Keluarga besar korban berkumpul di rumah duka dengan harapan Yasine dan Sariman segera ditemukan dalam keadaan selamat, atau setidaknya bisa dimakamkan dengan layak."Kami cuma minta mereka ditemukan. Mau hidup atau meninggal, kami ingin bawa pulang," kata Viki.Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan menyatakan akan memberikan bantuan darurat kepada keluarga korban dan warga terdampak. Warga diminta terus memantau informasi cuaca dan segera melapor jika melihat tanda-tanda pergerakan tanah di sekitar pemukiman.

Editor
: amir

Tag:

Berita Terkait

Nasional

PT AR Gelar GreatTalk Martabe, Dorong Generasi Muda Untuk Berani Bermimpi

Nasional

Pastikan Bantuan Huntap Berkelanjutan, Ketum IMM Tapsel–Padangsidimpuan Apresiasi Bupati Gus Irawan

Nasional

Kadis Pendidikan Tapsel Kini Dipimpin Perempuan. Efrida Yanti Fokuskan Kesetaraan dan Pemerataan Hingga Kepelosok

Nasional

Efrida Yanthi, 'Kartini' Tapanuli Selatan: "Jaga Swasembada Pangan Sekaligus Mutu Pendidikan"

Nasional

Hadiri Rakornas Mitigasi Kekeringan. Gus Irawan Dorong Kesiapan Daerah Hadapi Ancaman Perubahan Iklim

Nasional

Pelajar Warga Tapsel Tewas Tersambar Petir di Teras Rumah