analisamedan.com -Malang nasib seorang perempuan muda berusia 18 tahun berinisial "NS",warga Kelurahan Ujung Padang, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan harus menerima perlakuan kejam dari suaminya sendiri yakni "WHB" (21) .Kasus inipun viral di media sosial faceebook (FB) setelah video dan fhoto korban dengan wajah lebam serta kepala bocor di share warga disertai fhoto wajah suami terduga pelaku.Menurut keterangan korban saat menjelaskan kepada Lembaga Burangir pada Senin (03/03/2025), kasus dugaan penganiayaan yang menimpa "NS" terjadi pada Sabtu (01/03) dini hari lalu.Dimana kronologis kejadian berawal ketika korban melarang terduga pelaku (suami) agar tak lagi meminta-minta lauk makan ke tempat orangtuanya.Sebab, menurut korban, ibunya sering memarahinya lewat telepon gara-gara hal itu. Tak terima larangan istrinya itu, terduga pelaku menganiaya korban dengan meninju, menarik rambut, dan menendangnya hingga sebahagian tubuhnya lebam-lebam.Tidak sampai di situ, terduga pelaku sampai mengambil botol deodoran merek rexona dan memukulkannya ke kepala korban hingga bocor dan mengeluarkan darah. Dan usai melakukan kekerasan, terduga pelaku juga merendam korban di Kamar mandi Parahnya, penganiayaan tersebut berlangsung sekitar 12 jam dan korban diancam untuk tidak menjerit agar tidak ketahuan warga sekitar. Lalu siangnya, korban akhirnya beranikan diri lari dari Rumah tersebut dan pergi ke kediaman tetangga. Terduga pelaku sempat menjumpainya lagi di Rumah tetangga ini. Karena tak terima ibu kandung korban datang dan lalu membawa anaknya membuat laporan ke Polres Padangsidimpuan dengan Nomor: STPL/III/2025/SPKT/POLRES PADANGSIDIMPUAN/POLDA SUMATERA UTARA.Terpisah, Sekretaris Lembaga Burangir, Juli H Zega, mengaku akan melakukan pendampingan terhadap kasus ini dan akan segera berkoordinasi dengan Polres Padangsidimpuan agar kasus ini segera ditindaklanjuti dan pelaku segera ditangkap karena dengan sadis sudah melakukan penganiayaan berat terhadap korban "Karena, dikhawatirkan pelaku akan mencari korban dan melakukan penganiayan kembali kepadanya," terang Juli kepada wartawan media Ini.