analisamedan.com -Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang sebagai simbol kepedulian negara terhadap generasi muda kini berubah menjadi sumber kecemasan nasional. Gelombang kasus keracunan massal yang terjadi di berbagai daerah dari Kupang, Lampung, Sleman hingga Laguboti menjadi bukti bahwa program populis ini tidak siap dijalankan secara aman dan profesional.
Program yang semestinya menjamin kesehatan justru menyeret anak-anak ke ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD). Bagi masyarakat, ini bukan lagi sekadar insiden teknis, melainkan cerminan kegagalan kebijakan publik yang mengabaikan keselamatan.
Puluhan ibu rumah tangga dan aktivis koalisi warga turun ke jalan di depan kantor Badan Gizi Nasional (BGN), menyerukan penghentian sementara program tersebut. Mereka menuntut agar pemerintah melakukan moratorium dan audit menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG.
"Kami bukan menolak programnya, tapi menolak cara kerjanya yang sembrono. Anak-anak kami bukan kelinci percobaan," demikian seruan para ibu dalam aksi damai tersebut.