Innalillahi wa Inna Ilaihi Rojiun

Oleh : Amirul Khair
El-Khair
dok.analisamedan.com
Penulis Amirul Khair (Rois Syuriah Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Pantai Labu)

analisamedan.com - Kalimat "Innalillahi wa Inna Ilaihi Rojiun" sering kali meluncur dari lisan dan selalu akrab di telinga kita setiap kali ada musibah yang terjadi khususnya ketika seorang muslim meninggal dunia atau mengalami kematian.Sering kali pula, banyak yang mengalami keterkejutan ketika peristiwa ini terjadi pada seseorang. "Kemarin baru jumpa dia. Padahal waktu jumpa dia sehat-sehat saja. Bahkan kami sempat bercerita panjang lebar dan tertawa".

"Gak nyangka ya, dia pergi secepat ini" atau "Tadi pagi kami baru saja olahraga bersama. Kemudian lanjut makan malam bersama. Tiba-tiba, tadi dapat kabar dia sudah meninggal dunia".Banyak macam ungkapan dan peristiwa keterkejutan dan keheranan ketika melihat fakta ini.Haruskah heran ? Sebenarnya kita tidak perlu heran dengan peristiwa kematian. Sebab kematian adalah peristiwa biasa yang luar biasa. Biasa karena setiap manusia pasti akan mengalami kematian dan sudah banyak peristiwa ini kita lihat baik dari orang-orang terdekat kita maupun orang lain yang tidak kita kenal.Peristiwa ini juga peristiwa luar biasa. Karena peristiwa ini menjadi pemutus segala kenikmatan dunia bahkan penentu kehidupan selanjutnya baik pada saat di alam barzakh (kubur) dan hari kebangkitan.Kematian selazimnya tidak perlu diherankan. Sebab kematian sudah sejak lama diingatkan Allah Swt dalam Alquran dalam sejumlah ayat. Salah satunya termaktub dalam surat Ali Imran ayat 185 yang artinya : "Setiap yang bernyawa akan merasakan mati".Allah Swt menegaskan dalam firman-Nya : "Setiap umat pasti memiliki ajal (batas hidup di dunia). Apa bila ajal itu tiba, maka tidak seorang pun bisa menundanya sedikit pun atau mempercepatnya". (Q.S.Alaraf : 34)Sekuat dan sesehat apa pun seorang itu, setinggi apapun ilmu seorang dokter tentang penyakit, sekaya apa pun harta yang dimiliki, setinggi apa pun pangkat serta jabatannya, semaunya pasti akan mengalami kematian. Tidak ada seorang pun akan bisa menghindar dari kematian meski harus bersembunyi di balik kecanggihan teknologi atau bangunan kokoh yang kuat. Semuanya terang benderang akan kembali kepada-Nya.Firman Allah Swt : "Di mana pun kamu berada, kematian akan mendatangimu, meski pun kamu berada (bersembunyi) dalam benteng yang kukuh". (Q.S Alnisa : 78)Masih herankah dengan datangnya kematian itu ? Kematian datang tanpa syarat. Orang tua, dewasa, remaja, anak-anak, sehat, sakit, penguasa, orang kaya, orang miskin dan apa pun status sosialnya, semuanya akan berakhir dengan kematian. "Orang kaya mati, orang miskin mati, raja-raja mati orang biasa mati. Semua pergi menghadap Ilahi" begitu petikan syair lagu pendakwah Ustaz Derry Sulaiman dalam album bertajuk "Dunia Sementara Akhirat Selamanya" (DSAS).


Penulis
: air
Editor
: air

Tag:

Berita Terkait

Kolom

UMI Medan Wisuda 438 Lulusan, Rektor : Lulusan Harus Cerdas, Religius dan Bermoral

Kolom

Halal Bihalal dan Tasyakuran Milad ke-15 “Ummu Rahmah”

Kolom

PT Musim Mas Hibahkan Smart Class ke UIN Sumut, Rektor : Akan Lahir Generasi Berkualitas dan Unggul

Kolom

Pantai Pondok Permai Jadi Destinasi Tujuan Wisata Favorit

Kolom

TIUPP Palas Jalin Kerjasama Dengan Kementerian Pendidikan Program Gerakan Palas Cerdas

Kolom

IRMAJA Kubahsentang 'Tadabur Alam' di Pantaicermin Themepark