Ayo, Wisata ke Tangkahan !

Oleh : El-Khair
El-Khair
analisamedan.com/el-khair
KAWANAN GAJAH : Salah satu daya tarik ekowisata Tangkahan memiliki konservasi gajah. Tampak kawanan gajah sedang mandi di aliran sungai Tangkahan dan bercengkrama dengan wisatawan.

analisamedan.com - Suasananya terasa sejuk dan menyegarkan. Keindahan alamnya pun memanjakan pandangan mata. Hijaunya dedaunan pepohan yang sampai ke perbukitan ditambah sejuknya air aliran sungai yang jernih tatkala kaki masuk ke dalamnya, menghempang rasa letih setelah perjalanan menuju lokasi tersebut.Sekira Pukul 07. 10 WIB, penulis tiba di lokasi ekowisata 'Tangkahan' yang berada dalam wilayah administrasi 2 desa yakni, Sei Serdang dan Namo Sialang, Kecamatan Batangserangan, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara.Ekowisata Tangkahan kini menjadi salah satu obyek wisata yang banyak diminati dan dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah di Sumatera Utara. Bahkan wisatawan mancanegara sudah banyak sampai ke sini. Keindahan alam di kawasan ekowisata Tangkahan sangat memanjakan. Tangkahan layaknya 'surga tersembunyi' yang berada di tengah-tengah kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) dan menjadi anugerah bagi bumi Indonesia.Konservasi GajahSaat penulis tiba di ekowisata Tangkahan, masih belum begitu ramai pengunjung yang datang. Hanya beberapa mobil terlihat parkir di area pintu masuk kawasan Tangkahan tersebut. Tepatnya di pintu masuk areal konservasi gajah. Dari titik parkir, jalan menurun dengan fasilitas paving blok dengan lebar hanya sekira 1 meter, sangat aman dan nyaman sampai ke titik sungai.Hanya ada 1 pondok peristirahatan memanjang yang tersedia bagi pengunjung. Namun bisa beberapa lapak digunakan yang sudah dibentangkan tikar dengan harga Rp50.000 setiap lapaknya.Dari titik ini, selain bisa melihat pemandangan indah pepohonan dan bisa berendam di air sungai yang jernih dan sejuk, pengunjung dapat menyaksikan aktivitas 9 ekor gajah dari seberang. Dan untuk bisa dekat dengan lokasi gajah, pengunjung harus mengeluarkan uang Rp200.000 per orang sebagai tiket.Mereka yang sudah memesan tiket dapat berinteraksi langsung dengan kawanan gajah tersebut sembari memberikan makan yang sudah disediakan pihak pengelola. Bahkan bisa pula mandi dengan semprotan air dari belalai gajah sebagai fasilitas yang didapat bila sudah memesan tiket.Kesempatan berswafoto dengan gajah dari jarak dekat juga bisa didapatkan. Aman dan nyaman karena sudah ada petugas ahlinya yang mendampingi untuk aktivitas bercengkerama dengan kawanan gajah tersebut.Dan asyiknya, pengujung yang datang harus menyeberangi sungai untuk bisa sampai ke titik lokasi konservasi gajah tersebut. Bagi yang senang dengan berbasahan ria, bisa menyeberang dengan masuk ke dalam sungai yang kedalamannya hanya setinggi pinggang orang dewasa.Namun bila tidak ingin berbasah ria, bisa menggunakan jasa sampan penyeberangan. Kelihatannya saat itu lebih banyak yang menyeberang dengan langsung terjun merasakan sejuknya air sungai Tangkahan.Uji AdrenalinSelain menikmati indahnya pemandangan serta interaksi dengan kawanan gajah, pengunjung juga bisa menguji adrenalin dengan berjalan di atas jembatan gantung yang melintasi sungai tersebut. Jaraknya cukup panjang dengan lebar sekira 1 meter yang menghubungkan ke titik lokasi konservasi gajah.Meski tak sempat menjajalnya, karena titik jembatan gantung ini berada di bagian hilir tidaksama dengan titik pintu masuk konservasi gajah, penulis hanya bisa membayangkan betapa tertantangnya adrenalin terlebih bagi yang fobia ketinggian. Jembatan yang bergoyang saat dilintasi saja pun sudah terlihat dari bawah. Uji adrenalin juga bisa dirasakan pengunjung yang berani menjajal arung jeram menggunakan ban-ban bagian dalam kendaraan ukuran besar yang sudah dirancang memanjang dengan kapasitas 1 orang 1 ban.Dari titik itu, pengunjung yang bernyali ikut arung jeram akan melintasi titik sungai tepat titik kawanan gajah mandi membersihkan diri yang dilakukan 2 kali dalam sehari yakni, Pukul 09.00 WIB dan Pukul 16.00 WIB.Jadi, kalau pengunjung ingin melihat langsung aktivitas kawanan gajah mandi, datanglah lebih awal di pagi hari. Dan atau bertahan sampai sore hari.Tantangan uji adrenalin juga bisa dirasakan pengunjung yang ikut dalam paket wisata yang disiapkan pengelola Tangkahan dengan menyusuri hutan didampingi pemandu lokal. Sebab di dalan hutan hujan tropis ini, keberadaan sejumlah binatang langka dan dilindungi masih bisa dilihat.Menurut Koordinator Pemandu Wisata Lokal Lembaga Pariwisata Tangkahan Kurnia Sitepu yang akrab disapa 'Bob Tangkahan', keberadaan orangutan, rusa dan kijang ternyata masih ada di kawasan hutan hujan tropis Tangkahan ini. Bahkan keberadaan harimau liar masih hidup berkembang biak meski jarang bisa bertemu langsung.Dukungan InfrastrukturKeberadaan obyek wisata apa pun akan mudah maju dan berkembang bila didukung fasilitas infrastruktur memadai. Terbukti, sejak sekira 6 bulan lalu jalan menuju obyek wisata Tangkahan diaspal dan sangat mulus, setiap hari libur banyak wisatawan yang datang berkunjung.Bahkan obyek wisata yang dikelola masyarakat setempat dalam wadah Lembaga Pariwisata Tangkahan sejak tahun 2023 lalu mampu menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Langkat senilai Rp 600 juta.Potensi ini akan lebih tergenjot bila turut didukung infrastruktur pendukung. Pasalnya, pengunjung merasa kesulitan dengan belum tersedianya areal parkir di kawasa tersebut. Banyak kendaraan khususnya mobil harus parkir di tepi badan jalan sehingga ketika waktu-waktu ramai, lajur lalulintas hanya bisa dilalui satu lajur dengan rekayasa bergantan dari arah berlawanan.Infrastruktur lainnya seperti tong sampah juga tidak tersedia. Ini bisa berakibat kepada tercemar dan rusaknya lingkungan ekowisata Tangkahan. Sebab ada juga terlihat pengunjung yang membuang sampah ke aliran sungai karena tidak tersedianya tong sampah dan edukasi mengajak wisatawan untuk menjaga kebersihan.Pemkab Langkat dan Pemprov Sumut juga harus memastikan keamanan dan kenyamanan wisatawan yang berkunjung. Masih banyak pepohonan dari kelapa sawit yang dahannya menjuntai ke badan jalan sehingga kendaraan berukuran besar seperti bis terkendala bahkan berpotensi rusak tatkala melintas.berpotensiSejumlah jembatan mulai titik dari pusat pemerintahan Kecamatan Batangserang sampai lokasi ekowiata Tangkahan juga perlu perbaikan. Setidaknya ada 2 jembatan besar yang kondisinya cukup membahayakan bagi keselamatan pengendara,Satu titik Jembatan Sei Air Tenang yang kini rusak total dan tidak bisa dilintasi. Dan titik lainnya beberapa kilometer sebelum sampai titik ekowisata Tangkahan yang kondisi badan jembatan sudah terlihat mengalami anjlok meski masih bisa dilintasi.Belasan jembatan kecil juga terlihat belum difasilitasi tanda-tanda untuk mengisyaratkan kepada pengendara berhati-hati. Pasalnya jembatan-jembatan kecil tersebut ada yang belum memakai dinding pengaman di sampingnya. Dan ada satu titik jembatan berada di tikungan yang cukup berbahaya dan terlihat kendaraan ukuran besar mengalami pelambatan laju kendaraan karena harus berhati-hati sebab sempitnya titik tersebut.Keindahan alam ekowisata Tangkahan adalah "Surga yang Tersembunyi" yang kini mulai dikenal. Bagi yang hobi berwisata atau yang belum mengunjungi, coba dan jadikan Tangkahan sebagai salah satu destinasi yang harus dituju. Ayo wisata ke Tangkahan !

Penulis
: air
Editor
: sugiatmo

Tag:

Berita Terkait

Kolom

Tim PKM UMA Sosialisasi Inovasi Limbah Kayu Sungai sebagai Produk Unggulan Kawasan Ekowisata Tangkahan

Kolom

Tim Pengabdian Masyarakat STIKes Senior Medan Gelar Pelatihan Desain Produk Minyak Karo kepada Masyarakat Desa Tangkahan Namorambe Deli Serdang