analisamedan.com -Keluarga korban kapal wisata Perahu kayu atau Kapal stempelbermerek Dolphin yangtenggelammembawa penumpang menuju lokasi wisata Kalimantung, di perairan Pulau Situngkus, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng),berharap pihak yang bertanggungjawab dalam penyediaan jasa pelayaran wisata ini agar mendapatkan ganjaran hukum atas kelalaian yang diperbuatnya.
"Saya masih focus mengurusi anak saya yang selamat tapimendapat luka bakar, jadi saya serahkan semua kepada pihak berwajib terkaitproses hukum terhadap Nakhoda dan ABK kapalnya,"Ungkap Korban Agustian (41)saat ditemui analisamedan.com disalah satu klinik penyakit kulit di JalanCokroaminoto Kota Kisaran Asahan, Senin, (1/7/2024)
Menurut Agustian, sebelum kapal mengalami kecelakaan, parapenumpang sudah meminta agar Nakhoda memutar haluan karena cuaca dilaut sudah tidakbaik. Awan yang semakin gelap dan angin yang berhembus kencang mulai membuatkapal oleng. Bahkan air laut sudah mulai masuk kedalam kapal namun Nakhodatidak memperdulikannya.