analisamedan.com - Impian lima orang siswa dari sebuah sekolah "T" untuk menjadi kadet Universitas Pertahanan Republik Indonesia (UNHAN RI) hancur berantakan.
Mereka diduga menjadi korban penipuan oleh seorang oknum berinisial MRR, yang mengaku bekerja di Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia di lingkungan Istana Kepresidenan.
Dengan mencatut institusi negara, MRR menjanjikan kelulusan mutlak dengan syarat menyerahkan uang dalam jumlah fantastis di awal. Bahkan ia memberikan garansi tertulis tidak masuk akal: jika tidak lulus, uang akan dikembalikan dua kali lipat.
Korban yang terjebak dengan iming-iming tersebut tidak sedikit, salah satunya adalah orangtua berinisial AS.
Kepada wartawan, Senin (05/10) AS menceritakan kronologi lengkap dugaan penipuan tersebut. Awalnya MRR merekrut 5 orang siswa dari sekolah "T" untuk diluluskan ke UNHAN.
Di tengah jalan, satu orang mengundurkan diri. Kekosongan itu kemudian dimanfaatkan MRR.
Ia meminta salah satu orangtua dari empat siswa yang tersisa untuk mencarikan pengganti. Di sinilah anak dari AS masuk sebagai pengganti.
"Setelah anak saya masuk sebagai pengganti, saya diminta mentransfer uang ke rekening pribadi MRR. Sesuai kesepakatan, pembayarannya bertahap tapi harus lunas di awal sebelum pengumuman kelulusan," ujar AS.
Puncak drama terjadi beberapa hari setelah pelunasan. MRR mengabarkan kabar gembira bahwa anak AS dinyatakan lulus dan diminta segera berangkat ke Jakarta pada tanggal 03 September 2026 lalu.
Mendapat kabar tersebut, keluarga AS pun bersuka cita dan menyebar kabar gembira kepada sanak keluarga untuk mendoakan keberangkatan sang anak menimba ilmu di kampus pertahanan elit tersebut.Namun, 24 jam sebelum jadwal keberangkatan, kabar itu berbalik 180 derajat. MRR tiba-tiba menginformasikan bahwa anak AS tidak jadi lulus dan batal berangkat.
"Kami sangat terpukul. Ternyata bukan hanya anak saya, empat orang lainnya yang dijanjikan MRR juga tidak ada satupun yang lulus. Dari situ kami sadar kami telah ditipu," kata AS dengan nada kecewa.
Hingga berita ini diturunkan, uang fantastis yang telah ditransfer ke rekening MRR tersebut belum juga dikembalikan, apalagi janji pengembalian dua kali lipat.
Atas kejadian ini, para orangtua korban sepakat akan membawa kasus ini ke ranah hukum. Mereka telah mengumpulkan bukti transfer dan bukti percakapan.
"Kami akan lapor polisi. Harapan kami MRR ini segera ditangkap pihak berwajib, agar tidak ada lagi masyarakat lain yang tertipu dengan modus catut nama Istana dan UNHAN," tegas AS.
Hingga kini, redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak MRR dan juga kepada pihak Kementerian Sekretariat Negara serta Humas UNHAN RI terkait kebenaran status kepegawaian yang bersangkutan.
Masyarakat diimbau untuk tidak percaya dengan modus jaminan lulus masuk sekolah kedinasan atau perguruan tinggi negeri dengan imbalan uang. Penerimaan Kadet UNHAN RI resmi tidak dipungut biaya dan dilakukan secara transparan melalui website resmi UNHAN. (Tim Redaksi)