analisamedan.com – Diacara puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2023 di Kota Medan, Sumatera Utara, sejumlah kepala daerah bupati/wali kota akan menerima anugerah dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat.
Anugerah itu diberikan kepada kepala daerah yang dinilai sukses menginovasi pangan, sandang dan papan, berbasis kebudayaan (kearifan lokal), serta informasi global.
Ketua Umum PWI Pusat, Atal S Depari menyebutkan, Anugerah Kebudayaan PWI Pusat ke 5 ini diberikan kepada kepala daerah yang memenuhi beberapa kriteria. Diserahkan pada puncak HPN, 9 Februari 2023 di Medan, Sumatera Utara.
Baca juga : Ini Catatan Akhir Tahun 2022 PWI
“Sebagai bangsa yang besar, kita ingin bangsa ini benar-benar berswasembada pangan sehingga tidak bergantung import. Sandangnya berkepribadian dan tidak sekadar menutupi aurat. Papannya, tempat tinggalnya, langgam arsitekturnya laras dengan alam dan lingkungan tropis yang berkelimpahan cahaya matahari,” ujar Ketua Umum PWI Pusat Atal S. Depari, sekaligus Penanggungjawab HPN 2023 di Medan kepada wartawan di Jakarta, 3 Januari 2023.
Ketua Pelaksana Anugera Kebudayaan PWI, Yusuf Susilo Hartono mengatakan, kondisi pangan, sandang, dan papan hari ini sesungguhnya sedang tidak baik-baik saja. Sehingga membutuhkan berbagai inovasi di lapangan, dari hulu hingga hilir, utamanya ditingkat lokal.
Salah satu aktor inovasi penting adalah para kepala daerah. Dalam hal ini para bupati dan wali kota yang mempunyai visi kebudayaan dan literasi informasi (media).
Mengacu tema “Inovasi Pangan, Sandang, Papan, Berbasis Informasi dan Kebudayaan”, Tim Juri Anugera Kebudayaan PWI terdiri dari wartawan senior, pelaku dan pengamat seni-budaya, dosen, Ninok Leksono, Nungki Kusumastuti, Agus Dermawan T, Atal S.Depari, dan Yusuf Susilo Hartono, telah memilih 10 bupati/wali kota yang maju pada babak presentasi di Jakarta, 3 hingga 4 Januari 2023.
Baca juga : PWI Sumut Gelar UKW dan Penerimaan Anggota, 26-28 Desember
Ke-10 kepala daerah tersebut, masing-masing Bupati Sleman, DI Yogyakarta, Kustini Sri Purnomo mengangkat sub-tema: “Inovasi Batik Sinom Parijotho Salak Sleman Berbasis Kearifan Lokal”, Bupati Kuningan, Jawa Barat, Acep Purnama “Ngarumat Budaya Kuningan, Ngariksa Alam, Mapag Swasembada Pangan”, Wali Kota Surabaya, Jawa Timur, Eri Cahyadi “Dandan Omah, Ben Apik Rek”.
Berikutnya Walikota Medan, Sumatera Utara, Bobby Nasution “Digitalisasi Produk Sandang”, Bupati Malang, Jawa Timur, Muhammad Sanusi “Inovasi Pangan Berbasis Kearifan Lokal”, Bupati Pesawaran, Lampung, Dendi Ramadhona “Sulam Jelujur: Dari Pesawaran untuk Mancanegara”, Bupati Indragiri Hilir Muhammad Wardan “Kepala Inhil yang Membudaya”, Bupati Agam, Sumatera Barat, Andri Warman “Strategi Kebudayan dalam Menjaga Hutan sebagai Ketahanan Pangan”.
Bupati Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Darma Wijaya “Gerakan Cetak Sawah Mandiri” dan Bupati Halmahera Selatan, Maluku Utara, Usman Sidik “Inovasi Kopra Putih di Halmahera Selatan”.
Babak presentasi ini, akan menentukan terpilih atau tidaknya bupati/wali kota tersebut menerima penghargaan “Trofiy Abyakta” pada puncak perayaan HPN di Medan, 9 Februari 2023.Rencananya puncak HPN akan dihadiri Presiden Joko Widodo, menteri, para duta besar dan tokoh-tokoh pers.