analisamedaan.com – Dua kelompok pelajar terlibat tawuran dan saling serang,di Jalan Kapten Sumarsono, Desa Helvetia, Kecamatan Sunggal, Jumat (25/11/2022) sore. Akibatnya seorang pelajar yang berseragam Pramukan tewas bersimbah darah di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Mirisnya, tawuran terjadi saat peringatan Hari Guru Nasional 2022. Korban tewas akibat terkena bacokan senjata tajam. Dalam kondisi berlumuran darah, pelajar tersebut meminta pertolongan ke SPBU.
Saksi mata di lokasi kejadian, Parno (52) warga Helvetia menyebutkan, korban yang meninggal memakai baju Pramuka. Saksi lainnya Erwin salah seorang petugas SPBU, mengatakan dalam kondisi terluka berlumuran darah, korban memaksakan diri masuk ke dalam ruangan kantor SPBU. Di dalam ruangan itulah, korban jatuh dan akhirnya meninggal dunia.
“Saya lagi ngecat ruangan di SPBU, tiba-tiba ramai sekali anak remaja seperti mengamuk mengejar orang. Saya juga lari menyelamatkan diri,” kata Eko salah seorang pekerja yang sedang mengecat di SPBU.
Baca : Pengurus Pergunu Sumut Lepas Mahasiswa Peroleh Beasiswa
Atas kejadian ini, warga memberitahukan kepada petugas berwajib. Personel kepolisian bersama dengan Tim Inafis Polrestabes Medan kemudian turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.
Menurut waarga lainnya, tawuran pelajar ini juga terjadi di Jalan Brigjend Hamid (underpas). Tidak tahu apakah ini kelanjutannya hingga ke Helvetia. Belum diketahui asal sekolah yang terlibat tawuran. Tawuran juga kerap terjadi.
Ratusan warga memadati lokasi SPBU tempat korban ditemukan tewas dibacok.Polisi juga telah memasang garis untuk melakukan aolah TKP di sekitar lokasi. Atas kejadian ini, SPBU untuk sementara waktu tidak beroperasi. “Untuk sementara saja hingga penyidikan di lokasi selesai,” ujar Polisi yang sedang bertugas.