analisamedan.com -Dinas Ketahanan Pangan dan Holtikultura ( ketapang) Sumatera Utara mengajak masyarakat untuk menggerakkan diversifikasi pangan dengan menciptakan kebiasaan baru dalam pola konsumsi masyarakat. Seperti pentingnya sarapan pagi dengan variasi makanan seperti bubur kacang hijau, ubi rebus, dan pisang rebus, sambil mengurangi ketergantungan pada nasi.
"Diversifikasi pangan ini, jika dikembangkan secara konsisten, diharapkan dapat membantu mengubah pola konsumsi beras kita," ungkap Kabid Tanaman Pangan Dinas Ketapang Sumut, Muhammad Juwaini, Kamis (7/3/24).
Ia menyampaikan, kebutuhan beras Sumut saat ini cukup tinggi yakni mencapai 2,1 juta ton per tahun, atau sekitar 5000 ton per hari. Dalam kondisi darurat, seperti bencana alam, hujan berkepanjangan, atau kemarau, Sumut masih perlu mengimpor beras untuk cadangan.
"Namun impor tersebut bersifat kondisional dan dilakukan dalam situasi-situasi tertentu saja," ujarnya.