Jejak Kaki Harimau di Tambangan-Madina, Kian Meresahkan Pasca Dua Warga Dikabarkan Hilang

Amir Hamzah Harahap

analisamedan.com – Masyarakat di beberapa Desa di Kecamatan Tambangan, Kabupaten Madina, dalam beberapa hari belakangan diresahkan jejak kaki harimau yang tersebar di perkebunan milik warga dan membuat mereka tidak berani beraktivitas, Minggu (11/12/2022).

Kondisi tersebut membuat warga kian takut karena ada desas-desus yang menyebutkan ada beberapa jejak harimau yang ditemukan dibeberapa desa Kecamatan Tambangan dan dua warga dikabarkan hilang.

Jejak yang ditemukan tersebut yakni di Desa Pastap Julu, Tambangan Tonga, Desa Panjaringan, Desa Rao-Rao Lombang dan Desa Huta Tonga. Sehingga warga menilai jejak itu menunjukkan harimau keluar dari hutan dan masuk ke perkebunan warga.

“Sekarang ini saya berpikir untuk pergi ke kebun, dan sebagian warga ada yang berangkat agak siang hari karena takut dengan ditemukannya jejak harimau di wilayah kami kecamatan tambangan, “ujarnya Nasir, warga Tambangan.

Baca : Agincourt Resources Diganjar Peringkat Emas ASRRAT 2022 dan 10 Penghargaan ISDA 2022

Masyarakat berharap agar pemerintah segera bertindak terhadap harimau itu, sebelum ada petani atau warga yang menjadi korban. “Kita tidak tahu sampai kapan para petani akan bekerja dalam keadaan khawatir seperti ini” ucapnya.

Sementara itu, Camat Kecamatan Tambangan, Madina, Muslih S.Sos menuturkan, belum bisa menjelaskan berapa ekor harimau yang jejaknya di temukan di beberapa desa di wilayah tersebut.

“Jejak memang banyak ditemukan di beberapa desa, tapi perjumpaan harimau dengan warga sejauh ini belum ada, dan jumlah pastinya kita juga belum tau, “ujar Camat.

Muslih menceritakan, jejak pertama ditemukan di Desa Pastap Julu 2 September, di Desa Tambangan Tonga Tanggal 27, Desa Panjaringan 7 Desember, dan di Desa Rao Rao Lombang pada tanggal 8 dan terakhir di Desa Huta Tonga 9 Desember 2022.

“Secara langsung wujud harimau ini belum pernah ketemu dengan warga, hanya saja di Desa Pastap, warga menemukan bangkai babi hutan yang diduga sisa santapan harimau, “sebutnya.

Ketika ditanya, apakah ada kaitan warga yang hilang dengan ditemukannya jejak harimau di beberapa desa di Kecamatan Tambangan belakangan ini.

“Terkait dua warga kami yang hilang, kami dari pihak kecamatan belum bisa memastikan apakah keduanya masih hidup atau tidak, namun yang pasti belum ada petunjuk dengan keberadaan dua warga kami tersebut hingga hari ini, “jelasnya.

Dengan adanya temuan jejak harimau yang meresahkan warga sekitar, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (forkopimcam) tambangan menggelar doa bersama di Masjid Desa masing-masing.

“Doa dan zikir bersama sudah di lakukan warga desa sebagai upaya masyarakat untuk dapat terhindar dari marabahaya yang mengancam” katanya.

Muslih melanjutkan belum bisa memastikan apakah jejak-jejak yang ditemukan warga itu jejak harimau sumatera, Pihak TNBG dan BKSDA juga yang sempat turun ke lokasi belum menentukan langkah apakah memasang kamera pengintai atau perangkap karena masih menunggu laporan perkembangan.

“Setelah ada laporan pasti penemuan dan aktivitas kemunculan meningkat, baru dipasang kamera intai, “tegasnya.

Terkait temuan jejak oleh warga itu, Forkopimcam bersama dengan pihak TNBG, KPH 8 Dan BKSDA Sumut menyampaikan himbauan kepada seluruh warga Masyarakat Desa di kecamatan Tambangan untuk waspada.


Tag:

Berita Terkait

Berita

Ketum DPP BKPRMI Said Aldi Al Idrus Tegaskan : Aksi Pembakaran Alquran oleh Politisi Swedia Tindakan Islamphobia dan Radikal

Berita

IPW Minta KPK Dalami Putusan Pidana Mantan Konsultan Pajak PT Jhonlin Baratama

Berita

Kontingen PWNU Sumut Sabet 16 Medali Porseni 1 Abad NU di Solo, Berikut Nominasinya

Berita

Tempati Urutan Kelima pada Porseni 1 Abad NU, PWNU Sumut: Syukuri Bersama

Berita

Perayaan Imlek di Medan Aman, Warga Penuhi Kelenteng

Berita

Warga Kecamatan Pandan Keluhkan Miras dan Suara Bising dari Warung Remang-Remang