analisamedan.com -Kisruh pemberhentian sejumlah perangkat desa di Kota Padangsidimpuan mendapat respon dari Kadis PMD dan Ketua PPDI Kota Padangsidimpuan, Senin (04/03/2024).Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kota Padangsidimpuan, Ismail Fahmi Siregar, S.Sos, M.Pd bersama Ketua Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI), Banua Hasibuan menggelar konfrensi pers di ruang Dinas PMD pada pukul 14.30 WIB.Dalam pemaparannya, Kadis PMD menyebutkan bahwa pihaknya mendapat kabar melalui Whats App (WA) pada minggu (03/03) dari perangkat desa dan PPDI akan berdiskusi bersama pihaknya."Bahwa kedatangan PPDI bersama perangkat desa dalam rangka bersilatuhhmi melalui Wa berilaturrahmi. Terkait pemberhentian perangkat desa" Kata Ismail Fahmi.Kadis melanjutkan, pihaknya akan melakukan fasilitasi bersama pihak terkait."Sifatnya kita fasilitasi, karena persoalan ini sebenarnya bukan ranah dinas PMD karena rekomendasi tersebut dari camat. Pun demikian kita harapkan semua pemberhentian itu sesuai dengan prosedur. Serta kita juga sudah meminta PPDI untuk menyiapkan dokumen terkait termasuk menyampaikan kepada walikota" ucap Kadis PMD dalam konfrensi persnya.Sementara itu, Ketua PPDI Kota Padangsidimpuan, Banua Hasibuan menyatakan pihak bersama perangkat desa pada Senin pagi untuk berkonsultasi terkait pemberhentian."Benar kita berhadir untuk konsultasi persoalan ini kepada Dinas PMD untuk diskusi solusi" ujar Banua.Saat ditanyai terkait jumlah perangkat desa yang diberhentikan menyebutkan sedikitnya 4 desa."Desa Pudun Jae ada 5 perangkat desa, Desa Puwodadi 1 orang, Desa Huta Padang 1 orang, Desa Siloting 2 orang dan Desa Partihaman Saroha ada 2 orang" terangnya.