analisamedan.com -Tender proyek Pemprov Sumatera Utara (Sumut) untuk pembangunan DI Ujung Gurap, Kecamatan Padangsidimpuan Batu Nadua, Kota Padangsidimpuan sebesar Rp.2 Miliar gagal, harapan petani pembangunan irigasi yang mengaliri 400 hektar persawahan terancam batal lagi tahun ini, Kamis (03/09/2026).Hal tersebut diketahui sesuai data LPSE/https://spse.inaproc.id/sumutprov/lelanginaproc dengan status tender tertulis "TENDER GAGAL" Dimana terder gagal tersebut sebelumnya diikuti dua perusahaan yang memasukkan penawaran yakni CV Nasomaridi 14 dan CV Kamadie Konstruksi dengan nilai penawar Rp.1,97 Miliar.Tertuang CV. Nasoramaridi memasukkan penawaran dengan nilai sangat rendah yakni Rp.1,67 Miliar, namun tidak hadir pada tahap klarifikasi administrasi, Kwalifikasi, Teknis, Harga dan Pembuktian Kwalifikasi yang dilayangkan Pokja Biro PBJ Prov. Sumut.Dengan gagalnya tender tahap satu ini, dilaman inaproc Sumut belum memberikan jadwal tender ulang/kedua (terakhir).
Dampak Rusaknya DI Ujung GurapSekitar 400 hektare sawah dan lahan pertanian di 9 desa, di Kecamatan Padangsidimpuan Batu Nadua, Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara, terancam kekeringan sejak 2023 lalu.Hal itu disebabkan jebolnya saluran irigasi yang mengaliri pertanian warga.Tak hanya lahan warga, sebanyak 13 masjid dan musala di wilayah tersebut juga mengalami krisis air yang sudah berlangsung berbulan-bulan. Pasalnya, saluran irigasi pertanian
Ujung Gurap sepanjang 100 meter, di Kelurahan Batu Nadua Julu (Hapinis) ambruk akibat diterjang longsor beberapa waktu lalu.Karena pasokan air ke sawah dan kolam ikan warga tidak mengalir, warga terancam gagal panen.