analisamedan.com -Viral video penganiayaan dialami oleh Pasangan Suami Istri (Pasutri), yang dilakukan oleh dua orang pria. Informasi yang didapat, aksi penganiayaan ini terjadi di kawasan Kecamatan Medan Tembung.Dalam video berdurasi kurang dari satu menit ini, tampak Pasutri tersebut awalnya mengendarai sepeda motor dan hendak melintas di kawasan Tembung.Namun, saat itu keduanya sempat diadang oleh sejumlah orang dan tampak terjadi perdebatan.Terekam dalam video itu, terlihat dua orang melakukan penganiayaan kepada Pasutri tersebut dimana sang suami masih duduk di atas sepeda motor terlihat dipukul di bagian wajahnya.Sementara itu, sang istri yang sudah turun dari sepeda motor turut mendapatkan perlakuan serupa.Bahkan, salah satu pelaku terkam menendang perut wanita yang dikabarkan tengah hamil itu.Terkini, setelah video penganiayaan ini viral pihak Satrekrim Polrestabes Medan sudah melakukan penindakan.Berdasarkan penjelasan dari Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Adrian Risky Lubis, pihaknya melalui tim Resmob telah mengamankan dua pelaku yang terlibat pada kasus ini pada Rabu (03/06/2026) malam."Ada dua orang yang kita amankan, masing-masing berinisial Z dan J. Hubungan keduanya adalah abang dan adik kandung," ujar Adrian, Kamis (4/6/2026).Saat ditanya kronologi awal mula terjadinya penganiayaan ini, Adrian menjelaskan awalnya di sekitar lokasi sedang terjadi aksi tawuran.Karena kondisi di sekitar lokasi yang tak kondusif, sejumlah pria yang tinggal di sana membantu para pengendara untuk bisa melintas."Jadi si pelaku ini sebagai pak ogah, nyuruh pengendara untuk jalan supaya enggak macet," katanya.Namun, kedua korban yang saat itu mengendarai sepeda motor sempat berhenti untuk mengecek kondisi di seputar lokasi tawuran.Pasalnya, keduanya sempat ragu untuk melintas karena kondisi sang istri yang tengah mengandung."Nah di situ dari si pelaku menyampaikan kepada si korban,'lewat-lewat, maju, kau bikin macet aja di sini' katanya," ucapnya.Namun, karena sang suami takut terjadi hal yang tak diinginkan terhadap istrinya karena situasi keos akibat tawuran, sang suami tetap berhenti.Karena dianggap kondisi jalan jadi macet, para pelaku tetap memaksa kepada keduanya untuk jalan hingga terjadi cekcok antara para pelaku dengan sang suami.Melihat situasi yang semakin tak kondusif, sang istri mengeluarkan telepon selulernya untuk merekam apa yang dialami oleh sang suami.Namun, karena pelaku tak senang dan takut viral akhirnya salah satu pelaku menendang korban (wanita)."Di situ terjadi cekcok antara pelaku dan korban ini. Si korban wanita itu mengeluarkan handphone, jadi si pelaku merasa karena takut dia diviralkan akhirnya dia menendang ke korban wanita. Kemudian, pelaku satu lagi itu menghampiri si suami korban, itu melakukan penganiayaan dan pemukulan ke kepala si korban laki-laki," ucapnya.Bahkan, salah satu pelaku yang terekam melakukan penganiayaan sempat terekam memegang sebuah benda mirip pistol.Ketika ditanya perihal hal ini, Adrian menjelaskan jika pelaku memang membawa pistol jenis air soft gun yang dibawanya dari kediamannya."Untuk senjatanya air soft gun, diambilnya dari bengkel untuk menakuti kedua korban agar segera pergi dari sana," katanya.Hingga saat ini, Adrian menjelaskan pihaknya masih melakukan pengembangan untuk menetapkan keduanya sebagai tersangka.