analisamedan.com -Ketersediaan
pupuk bersubsidi jenis Urea dan NPK Ponska di wilayah Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), saat ini dilaporkan dalam kondisi stabil, Kamis (22/10/2026).Masyarakat dan petani di wilayah tersebut tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan
pupuk karena stok dan penyaluran masih berjalan.Petugas Distributor Pupuk Indonesia PT Parlinggoman Sejahtera Abadi wilayah Tapsel, Riza Hutapea, mengungkapkan bahwa ketersediaan
pupuk untuk wilayah Sipirok masih terjaga.Adapun jenis
pupuk yang disalurkan meliputi Urea dan NPK Phonska, dengan realisasi penyaluran
pupuk di wilayah Tapsel yang membawahi Kecamatan Sipirok hingga September 2026 sudah di atas 80 persen.Untuk
pupuk Urea telah terealisasi sebanyak 845 ton atau sekitar 80 persen, sementara itu, penyaluran
pupuk NPK Ponska mencapai 985 ton dengan realisasi sebesar 90 persen.Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penyaluran kedua jenis
pupuk tersebut telah berjalan sesuai realisasi yang tercatat.Ketersediaan stok dan kelancaran penyaluran
pupuk diharapkan dapat membantu petani memenuhi kebutuhan pemupukan serta mendukung kelangsungan kegiatan pertanian di Kecamatan Sipirok."Dengan demikian, hingga saat ini tidak terdapat indikasi kelangkaan
pupuk di wilayah Kecamatan Sipirok, " ujar Riza Hutapea, Kamis (22/10/2029).Sementara itu, pengelola kios
pupuk UD Petani Maju di Sipirok, Asnita Ritonga, menyampaikan, ketersediaan
pupuk di kiosnya masih terjaga untuk memenuhi kebutuhan petani. Penyaluran
pupuk dilakukan sesuai ketersediaan stok dan kebutuhan petani di wilayah tersebut dan ketersediaan
pupuk di kiosnya masih terjaga untuk memenuhi kebutuhan petani.Menurut Asnita, penyaluran
pupuk kepada petani dilakukan sesuai ketersediaan stok dan ketentuan yang berlaku.Permintaan
pupuk biasanya mengikuti kebutuhan petani, terutama saat memasuki masa pemupukan tanaman.Terkait harga,
pupuk dijual dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp94.000 per sak. Dengan demikian, untuk pembelian satu sak NPK Phonska dan satu sak Urea, total harga sesuai HET mencapai Rp188.000Sementara itu, apabila petani meminta
pupuk diantarkan langsung ke lokasi mereka, harganya menjadi Rp100.000 per sak."Jika kedua sak diantarkan ke lokasi petani dengan harga Rp100.000 per sak, totalnya menjadi Rp200.000, " kata Asnita. Ia berharap ketersediaan stok dan kelancaran penyaluran
pupuk dapat membantu petani memenuhi kebutuhan pemupukan serta mendukung kegiatan pertanian di Kecamatan Sipirok." Dengan kondisi stok
pupuk yang stabil, petani diharapkan dapat memperoleh
pupuk sesuai kebutuhan melalui kios dan jalur distribusi resmi, " pungkasnya.