Rupiah Melemah, Gus Irawan Tawarkan KUR Bunga Nol Persen Untuk Petani Tapsel Pasca Bencana

Amir Hamzah Harahap
Sosialisasi Bupati Tapsel H. Gus Irawan Pasaribu sosialisasikan program KUR bunga nol persen sekaligus memaparkan berbagai solusi pemulihan sektor pertanian pasca bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah Tapsel pada November 2025 lalu, berlangsung di aula Kantor Camat Sipirok.
analisamedan.com -Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H. Gus Irawan Pasaribu sosialisasikan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) bunga nol persen sekaligus memaparkan berbagai solusi pemulihan sektor pertanian pasca bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah Tapsel pada November 2025 lalu, berlangsung di aula Kantor Camat Sipirok, Rabu (10/6/2026) Sosialisasi pertanian tersebut dihadiri Plt Kepala Dinas Pertanian Tapsel M. Taufik Batubara, Kepala Cabang Bank Sumut Sipirok Ade Irma Hakim Nasution, Camat Sipirok Sahruddin Prawira, Ketua HKTI Tapsel Hamdan Nasution, Ketua KTNA Tapsel Juang Pakpahan para Kepala Desa dan Lurah se Kecamatan Sipirok, mantan Camat Sipirok Amir Syam Rangkuti, tokoh masyarakat, serta ratusan petani dari berbagai desa. Dalam sambutannya, Gus Irawan mengajak masyarakat untuk bangkit dari dampak bencana melalui berbagai program pemulihan ekonomi yang telah diperjuangkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapsel bersama Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat. Ia menjelaskan, bencana yang terjadi pada 25 November 2025 tidak hanya menimbulkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur, tetapi juga berdampak besar terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, terutama di sektor pertanian. " Kita bersyukur pemerintah pusat memberikan perhatian besar kepada Tapsel sebagai daerah terdampak bencana. Salah satunya melalui program KUR, dengan bunga nol persen yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memulihkan usaha pertanian, peternakan maupun usaha produktif lainnya, " ujar Gus Irawan. Menurutnya, program KUR bunga nol persen tersebut merupakan hasil usulan Pemkab Tapsel kepada pemerintah pusat sebagai bagian dari program rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana yang akan berjalan selama tiga tahun ke depan. Bupati menegaskan, pemulihan ekonomi masyarakat tidak harus terpaku pada pola usaha lama. Untuk lahan pertanian yang mengalami kerusakan berat akibat banjir dan tertimbun pasir maupun batu, masyarakat didorong mengembangkan usaha alternatif yang lebih memungkinkan. " Kalau sawah belum bisa ditanami seperti biasa karena tertimbun material banjir, masyarakat masih bisa memanfaatkan program ini untuk menanam jagung, beternak ayam petelur, mengembangkan perikanan maupun usaha produktif lainnya. Yang penting ekonomi keluarga tetap bergerak, " katanya. Selain itu, Gus Irawan mengungkapkan bahwa Pemkab Tapsel saat ini tengah membangun pola pertanian terintegrasi dengan sektor peternakan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menjalin kerja sama dengan perusahaan pakan ternak guna memastikan tersedianya pasar bagi hasil produksi jagung petani. Menurutnya, kebutuhan jagung sebagai bahan baku pakan ternak di Sumatera Utara masih sangat tinggi, sementara pasokan masih banyak didatangkan dari luar Pulau Sumatera. " Kita tidak ingin petani bingung soal pemasaran. Sebelum ditanam, pasar dan pembelinya harus sudah jelas. Karena itu kita siapkan ekosistemnya, mulai dari pembiayaan, produksi hingga pemasaran, " jelasnya. Tak hanya jagung, Bupati juga menyoroti potensi komoditas unggulan daerah seperti salak yang akan menjadi salah satu fokus pengembangan sektor pertanian pada tahun 2027 melalui dukungan teknologi serta pengembangan bibit unggul. Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pertanian Tapsel M. Taufik Batubara mengatakan berbagai program intervensi pemerintah telah mulai berjalan di Kecamatan Sipirok, termasuk program optimasi lahan yang diperjuangkan langsung oleh Bupati Gus Irawan ke Kementerian Pertanian. Menurutnya, program tersebut diharapkan mampu mengembalikan produktivitas lahan yang terdampak bencana sekaligus membuka peluang pengembangan komoditas alternatif yang memiliki prospek ekonomi lebih baik. " Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan peluang yang ada, termasuk pengembangan jagung yang saat ini memiliki prospek pasar yang sangat baik, " ujarnya.Dukungan juga datang dari sektor Perbankan, Ade Irma Hakim Nasution, Kepala Cabang Bank Sumut Sipirok, menegaskan komitmen Bank Sumut dalam mendukung percepatan pemulihan ekonomi masyarakat melalui berbagai produk pembiayaan, termasuk KUR Jagung dan KUR Umum dengan bunga nol persen bagi masyarakat terdampak bencana. " Kami siap menjadi mitra masyarakat dalam membangun kembali usaha dan meningkatkan kesejahteraan. Bank Sumut hadir untuk mendukung percepatan Tapsel Pulih dan Tapsel Bangkit, " katanya. Sedangkan Camat Sipirok Sahruddin Perwira menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati beserta jajaran yang tidak hanya memberikan motivasi, tetapi juga menawarkan solusi konkret bagi masyarakat yang sebagian besar menggantungkan hidup dari sektor pertanian. " Melalui sosialisasi ini masyarakat diharapkan semakin memahami berbagai program pemerintah yang dapat dimanfaatkan untuk mempercepat pemulihan ekonomi, meningkatkan produktivitas pertanian dan mewujudkan Tapsel yang bangkit lebih cepat serta pulih lebih kuat pasca bencana, " tuturnya.

Editor
: amir

Tag:

Berita Terkait

Sumut

Serahkan Sapi Kurban Ke DPC PDI Perjuangan Tapsel. Rapidin: Arahan Ketua Umum Megawati

Sumut

PT AR Berdayakan Anak Muda, Batangtoru Bakal Surplus Telur dan Daging

Sumut

Ibu dan Anak di Batangtoru Hilang Tertimbun Longsor

Sumut

PT AR Gelar GreatTalk Martabe, Dorong Generasi Muda Untuk Berani Bermimpi

Sumut

Pastikan Bantuan Huntap Berkelanjutan, Ketum IMM Tapsel–Padangsidimpuan Apresiasi Bupati Gus Irawan

Sumut

Kadis Pendidikan Tapsel Kini Dipimpin Perempuan. Efrida Yanti Fokuskan Kesetaraan dan Pemerataan Hingga Kepelosok