analisamedan.com -Diperkirakan ratusan massa pendukung salah satu pasangan Calon Kepala Daerah dan Calon Wakil Kepala Daerah (Cakada dan Cawakada) dalam Pilkada 2024 bentrok dengan peronel pengendalian massa (Dalmas) Polres Tanjungbalai.
Kericuhan terjadi Selasa (20/8), di depan Mapolres setempat karena massa pendukung berupaya menerobos pertahanan pasukan Dalmas yang semula menjaga massa agar tidak anarkis dalam unjukrasa atas dugaan terjadinya kecurangan Pilkada di Tanjungbalai.
Pantauan di lapangan, massa melempari personil Dalmas dengan air dan batu, sehingga keos antara warga dan petugas tidak terelakkan, walaupun akhirnya ratusan massa berhasil dipukul mundur dengan menggunakan watercanon.
Bentrok tersebut merupakan simulasi pengamanan sebelum dan setelah pemungutan suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang akan digelar 27 Nopember 2024 mendatang.
Kapolres Tanjungbalai AKBP Yon Edi Winara mengatakan, simulasi pengendalian massa aksi yang digelar pihaknya merupakan bentuk persiapan untuk mengamankan Pilkada 2024, khususnya di wilayah hukum Polres Tanjungbalai.