analisamedan.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto menuai kritik tajam. Meski diusung sebagai solusi pemenuhan gizi anak Indonesia, implementasi di lapangan justru memunculkan sederet persoalan mulai dari kasus keracunan massal, distribusi amburadul, hingga menu yang dinilai tidak sesuai standar gizi.
Pengamat kebijakan publik sekaligus mantan anggota Komisi Yudisial, Farid Wajdi, menilai program MBG lebih tampak sebagai eksperimen politik ketimbang kebijakan publik yang matang. Menurutnya, skala anggaran yang mencapai ratusan triliun rupiah justru menjadi paradoks karena berisiko membahayakan kesehatan anak-anak.
"Dengan anggaran jumbo, publik sebenarnya sedang membayar mahal untuk sebuah janji. Ironisnya, alokasi itu justru menimbulkan risiko kesehatan, bukan jaminan keselamatan," kata Farid, Senin (9/9/2025).