analisamedan.com - Penjabat Bupati Deliserdang Wiriya Alrahman menegaskan, sebagai penanda peradaban, perkembangan literasi tidak dapat mengabaikan peran perpustakaan sebagai sumber pengetahuan. Terlebih abad ke-18, era ini dikenal sebagai zaman pencerahan ditandai perkembangan perpustakaan dan literasi saat itu identik dengan tradisi masyarakat mempelajari pengetahuan melalui kegiatan membaca dan menulis.Hal itu dikatakan Wiriya Alrahman dalam pada kegiatan Semarak Literasi Deliserdang tahun 2024 di Grha Bhineka Perkasa Jaya Pemeritah Kabupaten Deliserdang, Rabu (9/10).Salah satu penilaian kabupaten terbaik dengan penghitungan indeks pembangunan literasi masyarakat (IPLM) yang dikeluarkan Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Republik Indonesia. Oleh karena itu, Kabupaten Deli Serdang melalui Dinas Perpustakaan dan Arsip akan terus berupaya meningkatkan nilai IPLM agar dapat menjadi kabupaten terbaik di Indonesia.Wiriya juga menegaskan, literasi bukan hanya sekedar membaca dan menulis. Lebih dari itu, literasi mencakup keterampilan berpikir menggunakan sumber-sumber pengetahuan dalam bentuk cetak, visual, digital, dan auditori."Literasi kini menjadi penanda peradaban modern yang memiliki relevansi antara perilaku literat masyarakat dengan sistem pendidikan," ungkap Wiriya.Sebelumnya, Kadis Perpustakaan dan Arsip Deliserdang Mukti Ali Harahap menjelaskan, tujuan dilaksanakannya Semarak Literasi menggerakkan gerakan nasional gemar membaca untuk meningkatkan minat membaca di lingkungan Pemerintah Kabupaten Deliserdang, sekolah dan masyarakat, serta memberikan apresiasi kepada perpustakaan yang sangat serius pada kegiatan literasi.Turut hadir Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara Alpian Hutahuruk, Sekdakab Deliserdang Citra Efendi Capah, Ketua MUI Deliserdang Kia H Amir Panatagama dan sejumlah pimpinan OPD serta undangan.