Perselingkuhan Oknum Kepala Sekolah dan Wakilnya di Samosir Terus Dikecam

Frans Zul Sianturi
istimewa
FOTO : Salah satu tayangan dalam video penggerebekan yang viral
analisamedan.com -Peristiwa perselingkuhan yang diduga dilakukan oleh oknum kepala sekolah berinisial MM dan wakilnya berinsial RD pengajar di Sekolah Swasta Pangururan terus mendapat kecaman dari masyarakat yang tinggal bersebelahan dengan sekolah itu.

Tokoh masyarakat Samosir, Jautir Simbolon dihadapan wartawan belum lama ini menyampaikan kekesalannya atas peristiwa yang dinilainya sangat memalukan sebagai orang yang beragama. Apalagi, dugaan perselingkuhan ini dilakukan para pendidik disebuah sekolah agama.

Bukannya minta maaf, namun pernyataan perselingkuhan itu hoax disampaikan Kepala Sekolah juga disesalkan Jautir, padahal video penggerebekan telah luas beredar di tengah masyarakat. " Saya meminta Kepolisian Polres Samosir segera memanggil oknum yang menyebutkan video penggerebekan itu hoax," tegas Jautir.

Hal senada disampaikan Robin Nainggolan, salah satu jurnalis yang tergabung dalam Organisasi PWI Sumatra Utara yang keberatan ketika pemberitaan dibenturkan dengan informasi yang tanpa fakta.

"Saya sangat tidak setuju kalau ada yang menyebutkan video penggerebekan itu hoax, saya sudah melihat langsung videonya. Oleh karena itu, ia akan membawa pemilik video ke pihak berwajib secara resmi," kata Robin.

Lebih lanjut, adanya pihak yang menyebutkan video penggerebekan itu sebagai berita hoax, perlu diklarifikasi yang berwajib sebab telah menimbulkan informasi pro kontra di kalangan masyarakat.

Kepala Sekolah SMA Santo Mikhael Pangururan, M Manihuruk juga diminta tidak melakukan upaya upaya untuk menyangkal informasi yang menjadi fakta, sehingga Kepala Sekolah SMA Santo Mikhael Pangururan perlu dimintai keterangan oleh kepolisian.

Sebelumnya, informasi yang dihimpun, Senin (17/4/2023), perselingkuhan antara kedua pendidik itu diketahui pada 15 Maret 2023 saat suami RD berisial PS melakukan penggrebekan terhadap keduanya.

Dalam video penggerebekan itu, tampak suami RD berlari mengejar oknum kepala sekolah berinsial MM ke mobilnya setelah sebelumnya mendobrak pintu kamar mandi dan memaki maki istrinya RD. Bahkan, sebelum keduanya ketahuan, PS tampak berusaha mencari keduanya dikawasan hotel hingga menyusuri ke sebuah kapal kayu yang bersandar di hotel itu.

Dalam video itu, setelah ketahuan, PS terlihat berbicara dengan MM. Perdebatan terus berlanjut dan PS menanyakan apakah logis seorang laki laki dan perempuan satu kamar di hotel, apalagi perempuan itu merupakan istrinya.

Persoalan ini pun akhirnya sampai kepada pihak Yayasan sekolah tersebut. Hingga akhirnya pada 3 April 2023 oknum kepala sekolah berinisial MM dan wakilnya berinsial RD pun dibebastugaskan.

Namun, selang hampir sepuluh hari, pada 12 April 2023, pihak Yayasan kembali mengaktifkan keduanya. Alasan Yayasan mengaktifkannya, karena keduanya ditemukan tidak bersalah dan pihak keluarga sudah berdamai. Padahal seyogianya, proses perdamaian perselingkuhan antara oknum kepala sekolah berinisial MM dan wakilnya berinsial RD harusnya sepengetahuan oleh para guru disekolah tersebut, bukan keputusan sepihak dari Yayasan.

Sementara itu, salah satu guru yang tidak bersedia namanya di ekspos menyesalkan keputusan Yayasan yang kembali mengaktifkan oknum kepala sekolah berinisial MM dan wakilnya berinsial RD, padahal diduga sudah ketahuan berselingkuh.

Diakuinya, perbuatan perselingkuhan oknum kepala sekolah berinisial MM dan wakilnya berinsial RD sudah mencoreng marwah pendidikan dan sekolah, apalagi sekolah keagamaan yang ada di Kabupaten Samosir.

Bukti video penggerebekan seharusnya menjadi pertimbangan oleh Yayasan dalam menonaktifkan keduanya dari dunia pendidikan. "Ada apa oknum kepala sekolah berinisial MM, sehingga kasus ini selesai, dan saya masih percaya Tuhan pasti melihat persoalan ini, dan secepat apapun kebohongan berlari pada akhirnya akan dikalahkan oleh kebenaran," kata pria sumber terpercaya ini.

Editor
: frans

Tag:

Berita Terkait

Sumut

Guru Besar UIN Sumut Hasrat Efendi Samosir: Partai Politik Harus Adaptif di Era Digital

Sumut

Oknum Kepala Sekolah di Dairi Mengaku Bisa Loloskan Akpol, Bawa Lari Uang 1 Miliar 200 Juta Rupiah, Laporan Korban di Polda Masih Sidik

Sumut

Kasusnya Diduga Dipermainkan, Korban Penganiayaan Adukan Oknum Penyidik Polres Samosir ke Propam

Sumut

1,5 Ton Sampah Ditukar Menjadi Sembako di Samosir

Sumut

Kejatisu Dinilai Abaikan Norma Hukum, Gugatan Praperadilan Mangindar Simbolon Segera Dimulai

Sumut

Anggota DPRD Samosir, Marco Simbolon Menjadi Pemateri di Universitas Brawijaya, Malang Jawa Timur