analisamedan.com -Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Sumber Daya Air sudah menganggarkan biaya Rehabilitasi dan Peningkatan Daerah Irigasi pada DI Ujung Gurap/Batu Nadua, Kota Padangsidimpuan Rp. 8 Miliar pada APBD Sumut 2026, Selasa (09/06/2026).Diketahui, Pembangunan DI Ujung Gurap sudah dinanti-nantikan oleh warga dan petani di Kecamatan Padangsidimpuan Batu Nadua, sebab sudah bertahun-tahun ratusan hektar sawah warga tak teraliri dan sempat terlendala pembangunannya pada tahun lalu.Dari data LPSE Sumut pada Dinas Sumber Daya Air sudah menayangkan Konsultan Pengawasan untuk proyek DI Ujung Gurap/Batu Nadua Rp.200 Juta pada laman lelanghttps://spse.inaproc.id/sumutprov/lelangUntuk selanjutnya akan masuk tahap tender proyek Irigasi Rp. 8 Miliar sesuai data Dinas Sumber Daya Air yang sudah ditayanhkan pada lamanhttps://sirup.inaproc.id/sirup/home/penyediaSatker?idSatker=436722
Tidak itu saja Pemprov Sumut juga menganggarkan pagu DED Rehabilitasi Bendung DI Ujung Gurap Rp.250 Juta.Dimana Daerah Irigasi Ujung Gurap merupakan sumber pengairan lahan pertanian untuk tujuh kelurahan dan desa di Kota Padangsidimpuan.Sedangkan penyebab kerusakan saluran irigasi ini akibat banjir yang menyebabkan aliran air ke sejumlah areal persawahan di Kecamatan Batunadua terputus.