analisamedan.com - Tim dari Kementerian Sosial Republik Indonesia dan Kementerian Pekerjaan Umum melakukan survei dan pemetaan rencana gedung Sekolah Rakyat (SR) di Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara (Sumut), untuk direvitalisasi atau direnovasi, Senin (02/06/2025).Penetapan lokasi Sekolah Rakyat itu berada di lahan milik Pemerintah Provinsi Sumatera Utara di areal SMK Pertanian Pembangunan Negeri di Jalan Perintis Kemerdekaan, Padangmatinggi, Kecamatan
Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan.Ketika ditemui wartawan, Kepala Dinas Sosial Kota Padangsidimpuan, Zufri Nasution menjelaskan bahwa tim dari kementerian datang untuk melakukan survei ke lokasi Sekolah Rakyat yang bakal direvitalisasi/renovasi."Ini adalah kunjungan ketiga kalinya. Hari ini peninjauan langsung oleh Kementerian PU dan Perencana. Sebelumnya, telah dilakukan pengecekan lahan dan pengukuran," kata Zufri.Dia mengatakan, peninjauan ini adalah bagian dari perencanaan pembangunan gedung SR."Di tahun 2025 ini, fokus pada perencanaan bangunan gedung SR melalui program revitalisasi dan renovasi. Sedangkan, di tahun 2026 difokuskan pada pelaksanaan pembangunan gedung baru untuk memenuhi kelengkapan sekolah rakyat secara utuh," ungkapnya.Program Presiden Prabowo itu, kata dia, diprioritaskan bagi para siswa yang kurang mampu yang ada di Kota Padangsidimpuan."Peserta didiknya adalah siswa yang kurang mampu atau miskin extrim. Diprioritaskan bagi desil 1 dan desil 2," ucap Zufri.Nantinya, para siswa hanya dituntut untuk belajar. Dan untuk seluruh biaya bakal siapkan oleh pemerintah."Semua dibiayai pemerintah. Mulai dari tempat tinggal (asrama), makan, pakaian seragam dan kebutuhan lainnya. Para siswa hanya dituntut untuk belajar," ujarnya.Dia juga menuturkan arahan dari Wakil Wali Kota
Padangsidimpuan bahwa Pemerintah Kota
Padangsidimpuan sangat mendukung program yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto."Tentu sesuai dengan arahan Bapak Wakil Wali Kota, Pemkot Sidimpuan mendukung penuh program ini. Tujuannya, untuk memberikan manfaat bagi masyarakat yang kurang mampu atau miskin extrim sehingga dapat keluar dari garis kemiskininan, sesuai dengan visi misi Presiden Prabowo," tandasnya.