analisamedan.com -
Konsorsium Angkutan Massal Mebidang mengingatkan kepada pemerintah khususnya
Dinas Perhubungan Sumut dan Medan untuk lebih terbuka terkait penambahan Koridor baru Bus Rapid Transit (BRT) Medan, Binjai, Deliserdang (Mebidang) yang dijadwalkan dalam waktu dekat ini. Sebab dikhawatirkan akan menjadi mesin pembunuh mata pencaharian ratusan sopir konvensional eksisting.Demikian disampaikan Konsorsium Angkutan Umum Mebidang, Frans Tumpu Simbolon SE pengusaha PT Batang Gadis Indah yang juga Ketua
Organisasi Pengangkutan Darat (Organda) Deliserdang dan pengusaha PT Wampu Mini yang juga Ketua Organda Medan, Sri Intan F. Sembiring, S.P., M.M dalam keterangan terpisah, Kamis (13/08/2026)."Sangat wajar dan beralasan kekhawatiran itu disampaikan mengingat mayoritas koridor BRT berdampingan dengan angkutan konvensional, sehingga mustahil akan terjadi persaingan sehat. Bahkan itu sama artinya akan mematikan secara perlahan pengusaha eksisting juga ribuan sopir dan keluarganya akibat kesulitan mendapatkan penumpang," ungkap Frans Simbolon.