analisamedan.com - Orang tua memiliki kewajiban untuk melindungi anak-anaknya dari segala bentuk ancaman. Kemajuan era digitalisasi membuat banyak orang tua mengabaikan kewajibannya dan tidak mau 'repot' dalam mengasuh dan mendidik anak-anaknya."Orang tua punya kewajiban melindungi anak. Orang tua wajib repot," ungkap Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Aljamiyatul Washliyah (AW) Kabupaten Deliserdang H Muhammad Soleh kepada analisamesan.com dalam refleksi Hari anak Nasional 23 Juli 2024, Selasa (23/7), di Kota Lubukpakam.Nilai tanggung jawab yang melekat pada orang tua tergerus dengan era digitalisasi saat ini. Gawai (gadget) yang perkembangannya tak terbendung, justru melalaikan banyak orang tua yang membiarkan anaknya rajin bermain gawai tanpa pengawasan."Mereka kini lebih fokus dengan gawai dalam genggaman yang banyak digunakan bukan untuk mendukung pendidikan, tapi terlena dengan mainan (games) serta mengakses konten-konten negatif," terang Soleh.Soleh mencontohkan, bagaimana anak-anak kecil tidak lagi bisa dirayu dengan mainan dan janji-janji bahkan ancaman saat menangis. Namun gawai yang kini bukan barang 'mewah' menjadi jurus ampuh orang tua untuk merayu anaknya yang menangis sekeras apa pun."Lihat sekarang. Anak-anak yang menangis cukup diberikan handphone langsung diam," papar Soleh.