analisamedan.com -Pernyataan Wali Kota Medan yang menyebut masih mencari solusi penanggulangan banjir mendapat sorotan dari sejumlah pihak, termasuk Forum Masyarakat Sipil Sumatera Utara (FORMASSU). Dua pimpinan organisasi tersebut, Ariffani SH, MH dan Sekretaris Umum Rafdinal MAP, menyampaikan keheranan mereka atas pernyataan itu, mengingat persoalan banjir di Kota Medan sudah menjadi "pekerjaan rumah" tahunan yang berkepanjangan.
Ariffani menilai banjir yang terus terjadi setiap musim hujan seharusnya menjadi perhatian serius, terlebih Kota Medan merupakan ibu kota provinsi dan pusat aktivitas masyarakat. "Kami heran, kok Bapak Wali Kota Medan masih mencari solusi. Bukankah permasalahan ini sudah menjadi isu tahunan yang sering dibahas sejak dulu, bahkan pernah menjadi agenda bersama Pemprov Sumut pada 2019 di masa Gubernur Edy Rahmayadi," ujar Ariffani, Kamis (20/11/20250
FORMASSU pun mengajak masyarakat untuk tetap mendukung upaya pemerintah mencari solusi, namun mendorong agar kebijakan lebih konkret segera dijalankan. Setidaknya ada dua poin penting yang perlu menjadi perhatian Wali Kota Medan. Pertama, melakukan reformasi struktural melalui pembenahan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait penanggulangan banjir. "Kita tidak kekurangan orang pintar untuk menangani banjir. Yang dibutuhkan hanya kemauan," tegasnya.
Selain itu, FORMASSU mengusulkan agar Pemerintah Kota Medan merevitalisasi Tim Koordinasi Terpadu Penanggulangan Banjir Kota Medan dan sekitarnya yang telah dibentuk berdasarkan SK Gubernur Sumut Nomor 188.44/411/KPTS/2019. Ariffani menilai masalah banjir Medan tidak dapat diselesaikan sendiri tanpa melibatkan daerah sekitar seperti Deli Serdang dan Binjai.
"Ingat, banyak wilayah Medan yang berbatasan langsung dengan Deli Serdang, seperti Medan Tembung dan Medan Helvetia. Solusinya bukan dicari lagi, tapi ditabulasi dari kebijakan yang sudah pernah ada sebelumnya," tambahnya.