analisamedan.com -Banjir yang merendam Kecamatan Hinai dan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, hingga lebih dari dua minggu menuai kritik tajam dari Forum Masyarakat Sumatera Utara (FORMASSU). Organisasi ini menilai, lamanya genangan air membuktikan bahwa banjir bukan semata akibat curah hujan, melainkan akumulasi persoalan struktural dan lemahnya tata kelola sungai oleh Pemerintah Kabupaten Langkat.
Ketua FORMASSU, Ariffani, SH, MH, menyebut kondisi tersebut mencerminkan kegagalan sistem pengendalian banjir. Ia menyoroti pendangkalan sungai, sungai mati yang dibiarkan tertutup, kerusakan tanggul dan pintu irigasi, serta drainase perkotaan yang tidak berfungsi optimal.
"Jika banjir bertahan lebih dari dua minggu, ini bukan lagi peristiwa alam biasa. Ini adalah kegagalan tata kelola dan kegagalan kebijakan," tegas Ariffani, Senin (15/12/2025)