analisamedan.com -Perusahaan Tambang emas Batangtoru bukan hanya berfokus pada pengelolaan Sumber Daya Alam. Kepedulian terhadap kawasan hutan serta flora-fauna juga menjadi perhatian khusus bagi PT Agincourt Resources.Hal tersebut ditandai dengan adanya Stasiun Riset sebagai upaya untuk membangun keseimbangan ekosistem lingkungan di Batangtoru.Kegiatan diskusi Smartabe Connect 3 dengan sejumlah jurnalis lintas daerah yang digelar di Kafe MiniMax Jalan Suprapto Kampung Marancar, Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara, pada Sabtu (8/8/2026).Narasumber yang dihadirkan di antaranya, Syaiful Anwar sebagai Manager Biodiversity & Environmental Strategic Development PT Agincourt Resources, Parman Sitanggang, Tim Patrol Area Preservasi dan Operasi. Kemudian, Yusuf sebagai Tim Stasiun Riset, Abdi Paruntungan, Tim Patrol Area Preservasi serta Dr. Suci utami yang merupakan Ilmuwan biodiversitas dari Universitas Nasional di Jakarta sekaligus BAP PTAR.Diskusi Smartabe 3 ini bertemakan "Peran Monitoring Lingkungan dalam Menjaga dan Melestarikan Ekosistem Batangtoru".Audiens juga kerap melontarkan pertanyaan tajam seputar keberadaan satwa langka hingga cara PT Agincourt Resources dalam menjaga ekosistem lingkungan agar tetap seimbang.Syaiful Anwar, Manager Biodiversity & Environmental Strategic Development PTAR menjelaskan strategi dan pelaksanaan monitoring lingkungan serta konservasi biodiversitas di wilayah operasional perusahaan.Tidak hanya itu, Dr. Suci Utami yang dikenal sebagai ilmuwan biodiversitas dari Universitas Nasional (UNAS) Jakarta juga memaparkan ekosistem lingkungan baik sebelum bencana maupun pascabencana."Keberadaan stasiun riset sangat berdampak untuk menjaga keseimbangan ekosistem lingkungan maupun untuk edukasi. Saya aktif berkeliling memantau keanekaragaman hayati," kata Dr. Suci.Reni Radhan selaku Manager Public Relations PTAR mewakili management PTAR yang membuka acara tersebut mengatakan, ruang diskusi antara PTAR dengan insan pers dapat memberikan pemahaman mengenai upaya perusahaan dalam menjaga ekosistem di Batangtoru."Saya berterima kasih kepada teman-teman semua. Telah membersamai, terutama saat proses penanganan bencana di Tapanuli Selatan," ungkapnya.Forum tersebut, kata dia, dapat dimaksimalkan untuk menggali informasi secara lebih mendalam mengenai peran PTAR menjaga ekosistem Batangtoru."Ruang dialog terbuka, mari manfaatkan momentum ini. Gali sebanyak-banyaknya informasi dari para narasumber yang dihadirkan," jelasnya.Para narasumber lainnya juga bercerita tentang pengalamannya melakukan monitoring di kawasan hutan. Mereka juga mengaku, beragam tantangan telah dilalui untuk kepentingan alam dan hutan Batangtoru.