analisamedan.com - Hari Ulang Tahun (HUT) Pemko Padangsidimpuan yang diperingati setiap tanggal 17 Oktober akan dirangkai dengan kegiatan karnaval dan marchingband yang di rancanakan diikuti ribuan siswa dari satuan pendidikan, Ketua DPC sarankan difasilitasi masker dan fasilitas kesehatan dalam kondisi kabut asap yang masih menyelimuti Kota Padangsidimpuan, Jum'at (15/10/2026).Dimana persiapan perayaan karnaval sudah hampir rampung dipusat kota serta siswa juga sudah menggelar latihan dalam sepekan ini serta biaya untuk pakaian karnval bahkan makeup peserta sudah rampung ditengah dilema kabut asap yang masih menyelimuti Kota Padangsidimpuan dan satuan pendidikan bahkan sudah diliburkan karena asap Karhutla.Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Padangsidimpuan dr. Ahmad Fadlan Nasution memberikan masukan kepada Pemko Padangsidimpuan dan panitia sebagai pertimbangan termasuk ambang batas polusi udara."Kabut asap ini hampir terjadi diseluruh daerah di Sumut termasuk di Kota Padangsidimpuan sesuai rilis BMKG untuk Sidimpuan kwalitas udara status tidak sehat. Pun demikian peringatan HUT Pemko termasuk karnaval yang sudah dirancang jauh-jauh hari juga dilaksanakan dengan mengutamakan kesehatan. Jadi Pemko baiknya melihat nanti perkembangan kondisi dilapangan pada Sabtu jika memungkinkan tetap dilaksanakan dengan menggunakan masker sebagai benteng pertahanan pertama menghadapi bencana asap karhutla. Apalagi ini siswa ngak bisa main-main soal kesehatan mereka" Ucap dr Ahmad Fadlan.Ketua PKB ini juga memberikan pertimbangan jika ditiadakan atau ditunda maka siswa dan orang tua siswa yang sudah semangat untuk ikut tampil akan kecewa."Jadi juga itu ngak bisa kita kesampingkan, sebab banyak siswa sudah latihan seminggu ini dibawah terik matahari dan orang tua siswa mempersiapkan segala sesuatunya demi untuk ikut berpartisipasi di HUT Pemko. Intinya sekolah dan pemko fasilitasi dan sediakan masker serta kondisi asap cuaca panas harus mengonsumsi air putih banyak, Itu jangan sepelekan" Katanya.Dari konifrmasi kepada panitia, Peserta karnaval akan diikuti sebanyak 38 sekolah tingakat Sekolah Dasar (SD), 17 Sekolah Menengah Pertama (SMP), 12 Sekolah tingkat SMA, 11 Sekolah untuk drumband, 3 sekolah untuk marching band dan 15 Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Tentang Bahaya Asap KarhutlaPolitisi yang berprofesi seorang dokter ini, Ahmad Fadlan Nasution memaparkan mencegah paparan partikel halus PM2,5 dalam asap karhutla yang dapat masuk ke saluran pernapasan dan meningkatkan risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, lansia, serta warga dengan riwayat asma dan penyakit paru.Bahwa PM2,5—partikel udara yang dihasilkan dari pembakaran hutan dengan ukuran kurang dari 2,5 mikrometer—sangat berbahaya karena mampu terhirup hingga ke rongga terdalam paru-paru. Paparannya kerap memicu keluhan medis berjenjang, mulai dari iritasi mata, tenggorokan gatal, sesak napas, hingga memperburuk kondisi penyakit paru kronis."Garis pertahanan pertama dengan memakai masker. Itu selain harus pakai masker, juga dipastikan dalam kondisi fit untuk mengikuti karnaval dan mengkonsumsi air putih yang banyak. Itu tugas sekolah dan Pemko Padangsidimpuan. Intinya harus diperhatikan betul dan menjadi prioritas" Tegasnya.Partikel halus dalam asap bisa masuk ke paru paru dan dapat memicu iritasi dan peradangan yang memicu gejala batuk dan sesak."Sebaiknya menggunakan masker N95 Karena masker kain atau masker debu biasa tidak dapat menyaring partikel halus. Jika tubuh terasa tidak sehat sebaiknya mengurangi aktivitas di luar rumah".