analisamedan.com -Sebuah peristiwa memilukan terjadi di lingkungan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Padangsidimpuan, Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara, pada Minggu pagi, 24 Mei 2026. Seorang pria berusia 35 tahun berinisial BTH, warga Desa Partihaman Saroha, Kecamatan Padangsidimpuan Hutaimbaru, meninggal dunia setelah diduga melompat dari lantai 4 gedung rumah sakit tersebut. Peristiwa ini menyita perhatian warga dan menimbulkan duka mendalam, baik bagi pihak keluarga maupun manajemen rumah sakit serta Pemerintah Kota Padangsidimpuan.Dimana kejadian berlangsung sekitar pukul 09.40 WIB di lokasi rumah sakit yang beralamat di Jalan Dr. FL. Tobing.Berdasarkan pengamatan langsung wartawan di lokasi kejadian, posisi tempat di mana peristiwa itu terjadi berada di ketinggian yang sangat menjulang. Struktur bangunan di titik tersebut terlihat cukup tinggi dan curam. Bahkan untuk sekadar naik atau mendekati bagian tepi bangunan itu saja dirasa sangat sulit dan butuh usaha ekstra. Hal ini semakin menguatkan dugaan bahwa kejadian ini murni kehendak korban sendiri, karena sangat mustahil jika dikatakan korban jatuh secara tidak sengaja atau tergelincir.Berdasarkan keterangan para saksi mata yang dihimpun penyidik, sebelum kejadian korban terlihat berada di koridor lantai 4. Saat itu, BTH sedang menemani ibunya yang tengah menjalani perawatan medis di Ruang Kamboja 3.Dua warga yang berada di lokasi saat itu, IH, 56 tahun, dan MI, 54 tahun, mengaku sempat berpapasan langsung dengan korban. Keduanya menyebutkan bahwa sebelum kejadian, korban tampak berjalan sendiri dengan pandangan kosong dan diam saja, sebelum kembali berjalan menuju arah ruang perawatan ibunya.Kesaksian serupa juga disampaikan oleh salah satu perawat yang bertugas, M, 49 tahun. Ia mengaku sempat melihat korban berdiri sendirian di dekat pintu koridor lantai 4. Saat berpapasan dan mencoba menyapa, M menyatakan bahwa BTH hanya tersenyum tipis namun tidak memberikan jawaban. Beberapa saat setelah perawat tersebut berlalu, terdengar suara benturan keras yang kemudian diketahui berasal dari jatuhnya korban ke lantai dasar.Korban dengan segera dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD menggunakan ambulans untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, upaya tim medis untuk menyelamatkan nyawa korban tidak berhasil. Dokter jaga di lokasi memastikan korban meninggal dunia sekitar dua menit setelah tiba di ruang perawatan akibat luka-luka parah yang dideritanya.Dari penelusuran informasi, diketahui bahwa almarhum BTH sebelumnya bekerja di daerah Pekanbaru, Riau. Ia baru saja pulang ke kampung halaman dalam kondisi sering sakit-sakitan dan dikabarkan mengalami gangguan kesehatan fisik maupun mental. Pihak keluarga pun mengindikasikan bahwa korban diduga mengalami depresi dan tekanan psikologis berat sebelum kejadian.Di tengah kesedihan yang mendalam, keluarga almarhum, termasuk orang tua korban, meminta agar jenazah segera dibawa pulang ke rumah duka untuk dimakamkan. Pihak keluarga juga telah mengajukan surat pernyataan resmi yang menolak jenazah dilakukan prosedur autopsi. Korban diketahui berstatus lajang.Menanggapi kejadian ini, Direktur RSUD Kota Padangsidimpuan, drg. Susanti Lubis, MKM, memberikan tanggapan saat dikonfirmasi awak media. Ia menyampaikan bahwa pihaknya menyerahkan sepenuhnya proses penanganan dan pengungkapan fakta peristiwa ini kepada pihak kepolisian agar penyelidikan berjalan objektif dan sesuai prosedur hukum yang berlaku."Kami serahkan sepenuhnya ke pihak Polres Padangsidimpuan untuk menangani dan mengusut peristiwa ini. Pihak rumah sakit sangat berduka atas kejadian ini dan siap memberikan dukungan serta keterangan yang dibutuhkan dalam proses penyelidikan," ujar drg. Susanti Lubis.Lebih lanjut, drg. Susanti Lubis menyampaikan ucapan belasungkawa yang mendalam atas berpulangnya almarhum. "Atas nama diri pribadi, seluruh jajaran pimpinan, tenaga medis, perawat, serta seluruh staf RSUD Padangsidimpuan, kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas kejadian yang sangat memilukan ini. Kepergian BTH menjadi duka bagi kita semua. Kami berdoa semoga almarhum ditempatkan di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan dalam menghadapi cobaan ini," ungkapnya dengan nada haru.Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Padangsidimpuan, H. Rahmat Marzuki Nasution, SH, MH, CGCAE, menyampaikan keprihatinan dan duka cita mendalam atas musibah yang menimpa warga masyarakatnya tersebut."Kami dari Pemerintah Kota Padangsidimpuan sangat berduka cita yang sedalam-dalamnya atas kejadian tragis dan sangat memilukan ini. Kehilangan warga kita dengan cara seperti ini tentu menjadi kesedihan besar bagi keluarga, masyarakat, dan kita semua. Kami turut merasakan kesedihan yang mendalam yang sedang dirasakan keluarga besar almarhum BTH. Semoga Allah SWT memberikan tempat terbaik dan tertinggi di sisi-Nya, serta memberikan ketabahan, kekuatan, dan kesabaran yang luar biasa kepada seluruh keluarga yang ditinggalkan dalam menghadapi ujian yang berat ini," tegas H. Rahmat Marzuki Nasution.Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Padangsidimpuan, AKP H. Naibaho, S.H., M.H., membenarkan peristiwa tersebut dan menegaskan hasil awal penyelidikan serta kondisi lokasi menunjukkan korban bukan jatuh secara tidak sengaja, melainkan diduga melompat atas kehendak sendiri.Tim Sat Reskrim telah turun ke lokasi untuk melakukan olah TKP, mendokumentasikan keadaan sekitar, serta memeriksa sejumlah saksi. Dari hasil penelusuran di lokasi, petugas menemukan sejumlah barang bukti berupa bekas percikan darah, kacamata milik korban, serta pecahan plafon berbahan fiber yang berada di lantai 3, yang didapatkan saat penyidik menelusuri jalur jatuhnya korban."Kami membenarkan adanya kejadian tersebut. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan yang bersangkutan bukan jatuh, melainkan diduga melompat dari lantai 4 RSUD Padangsidimpuan. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan mendalam dengan mengumpulkan keterangan saksi dan data lapangan untuk mengetahui penyebab pasti di balik peristiwa ini," jelas AKP H. Naibaho.Pihak kepolisian juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya atau bersifat spekulatif demi menghormati keluarga korban dan menjaga ketertiban umum. Lebih lanjut, ia juga mengajak masyarakat untuk lebih peka terhadap kondisi psikologis orang di sekitarnya dan tidak mengabaikan tanda-tanda gangguan kesehatan mental."Kami mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan spekulasi yang belum pasti. Jika ada anggota keluarga atau orang terdekat yang mengalami tekanan psikologis berat, segera cari bantuan ke tenaga kesehatan, psikolog, atau pihak kepolisian terdekat," tambahnya.Hingga berita ini diturunkan, kasus tersebut masih dalam proses penanganan Sat Reskrim Polres Padangsidimpuan. Berkas perkara dan hasil penyelidikan akan dilengkapi berdasarkan data lapangan dan keterangan yang sah untuk selanjutnya diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.