analisamedan.com -Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertalite dan bio solar di Kota Padangsidimpuan beberapa hari ini semakin dirasakan masyarakat terlebih Sejumlah SPBU juga mengalami kekosongan dan lebih parahnya harga ditingkat pengecer sudah tembus Rp.25 Ribu/liter, Minggu (01/02/2026).Kondisi ini membuat fenomena panic buying ditengah-tengah masyarakat yang mengakibatkan antrian panjang hampir disemua SPBU menunggu kedatangan kuota.Beragam komentarpun dilontarkan warga, mulai dari harapan untuk segera terselesaikan serta masukan untuk sama-sama mengawasi.Seperti diungkapkan Ketua PD Al Wasliyah Kota Padangsidimpuan, Irpan Harahap."Saat ini memang harus dilakukan pengawasan bersama. Karena ketersediaan BBM belum normal ditambah lagi di SPBU juga harus diterapkan pembatasan. Sebab dikhawatirkan ada oknum yang berulang kali antri ke sejumlah SPBU lalu menjual kembali kemasyarakat dengan harga tinggi karena pendistribusian yang tak terawasi ini merugikan masyarakat biasa" Kara Irpan Harahap.Ketua Al Wasliyah yang juga mantan anggota DPRD ini meminta kepada Pemerintah Daerah bersama DPRD, Kepolisian, Kejaksaan serta Pertamina segera mengambil langkah."Kita minta agar melakukan koordinasi tentang BBM ini sehingga tidak menimbulkan gejolak dimasyarakat. Jika pengawasan dilakukan maka akan meminimalisir dugaan monopoli harga hingga ketingkat pengecer yang tembus Rp.25 ribu. Selain itu juga menerapkan membeli secukupnya." Ujarnya.Sedangkan dampak kelangkaan BBM juga akan mempengaruhi stabilitas ditengah-tengah masyarakat."Jika tidak ada pengawasan dikhawatirkan akan terjadi kecemasan berlebih ditengah masyarakat dan juga menyebabkan inflasi dan kenaikan harga bahan pokok akibat susahnya mendapat BBM" Tegas mantan anggota DPRD 2 periode ini.
Berikut Keterangan Resmi Pertamina Patra Niaga_Statement Resmi_BBM Dijadwalkan Tiba Minggu Dini HariPertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Pastikan Penyaluran BBM di Tapanuli Selatan Berangsur NormalPertamina Patra Niaga Regional Sumbagut memastikan penyaluran BBM di wilayah Tapanuli Selatan dan sekitarnya saat ini berada dalam proses pemulihan secara bertahap dan terkendali, seiring optimalisasi pola distribusi dari Fuel Terminal (FT) Sibolga.Dalam rangka menjaga keandala pasokan, Pertamina Patra Niaga melakukan pengaturan distribusi secara terukur dan berkelanjutan agar penyaluran BBM ke lembaga penyalur tetap berjalan serta kebutuhan energi masyarakat dapat terpenuhi.Sebagai langkah percepatan normalisasi, Pertamina Patra Niaga telah menyiapkan tambahan suplai BBM melalui pengiriman kapal menuju FT Sibolga. Untuk produk Pertalite dan Biosolar (B40), disiapkan total muatan masing-masing sebesar 2.000 KL dan 4.000 KL yang dijadwalkan tiba pada Minggu (1/2) dini hari. Sementara itu, suplai produk Pertamax sebesar 1.000 KL juga diperkirakan tiba pada periode yang sama.Dengan terealisasinya tambahan suplai tersebut, penyaluran BBM ke SPBU diperkirakan akan kembali berangsur normal mulai akhir pekan ini, sehingga antrean kendaraan dapat terurai secara bertahap. Pertamina Patra Niaga juga terus melakukan pemantauan serta koordinasi dengan seluruh pihak terkait guna memastikan kelancaran distribusi BBM di wilayah tersebut.Pertamina Patra Niaga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan, serta menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga keandalan pasokan energi bagi masyarakat, khususnya di wilayah Sumatera Bagian Utara.Apabila masyarakat membutuhkan informasi lebih lanjut terkait layanan BBM, dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135.