analisamedan.com - BPJS Ketenagakerjaan Cabang Padanglawas(Palas) bersama Dinas Perumuhan Kawasan Pemukiman dan Perhubungan sosialisasi pentingnya jaminan sosial bagi para abang becak bermotor.
Kegiatan sosialisasi manfaat BPJS Ketenagakerjaan tesebut digelar di Aula Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Perhubungan,Kabupaten Palas, Selasa (29/10/2024).
Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Perhubungan Palas,Rony Saiful membuka secara resmi kegiatan sosialisasi manfaat program BPJS Ketenagakerjaan bagi abang -abang becak bermotor sebagai pekerja mandiri untuk mendapat perlindungan jaminan sosial.
"Program ini sangat penting, karena menyangkut perlindungan terhadap tenaga kerja mandiri atas kegiatan pekerjaan mereka lakukan yang memiliki resiko terutama kecelakaan kerja dan kematian," katanya.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Padanglawas, Erwin Veri Siregar mengatakan, gencarnya sosialisasi dan edukasi program Jamsostek Ketenagakerjaan ini bertujuan meningkatkan pemahaman, khususnya bagi pekerja mandiri yang memiliki resiko tinggi di Kabupaten Palas.
Erwin secara langsung memaparkan program -program manfaat BPJS Ketenagakerjaan untuk jaminan kecelakaan dan jaminan kematian yang disesuai dengan kemampuan para abang betor.
Dikatakan, melalui BPJS Ketenagakerjaan, negarahadir memberi kepastian jaminan kepada pekerja mandiri dan masyarakat pekerja di seluruh Indonesia dalam hal apabila terjadi resiko sosial.
"Setelah kami sampaikan manfaat program dan kemudahan mendaftar menjadi peserta, harapanya para peserta sosialisasi dapat segera mendaftarkan diri menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan," terangnya.
Erwin menuturkan, dengan terlindungi BPJamsostek maka pekerja mandiri bisa tenang dalam melakukan kegiatan atau aktivitas karea sudah telindungi dari resiko-resiko sosial.
"Kami juga mendoakan mudah-mudahan para pekerja mandiri bisa segera mendaftar untuk jaminan perlindungan sosial yang memberikan manfaat bagi para abang betor,"imbuhnya.
Lebih lanjut Erwin Veri menjelaskan, alasannya menyasar pekerja mandiri dalam kegiatan sosialisasi yaitu sesuai dengan slogan BPJS Ketenagakerjaan Kerja Keras Bebas Cemas. Dimana pekerja sektor informal ini masih sedikit yang memiliki perlindungan Jamsostek.
"Perluasan sektor informal akan menjadi fokus kami saat ini. Kami sangat peduli dengan para pekerja mandiri yang masih dibayang-bayangi oleh risiko pekerjaan," tambahnya.
Ia berharap, dengan sosialisasi ini,para abang betor dapat mengerti hak-hak mereka, karena manfaatnya yang sangat besar dengan nilai iuran yang sangat terjangkau," jelasnya.
Erwin juga mengajak, masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya jaminan sosial, dan juga bagi pekerja sektor informal untuk dapat ikut menjadi peserta BPJamsostek mulai dari supir angkutan, para pengemudi becak bermotor, pemilik warung, petani, pelaku UMKM bisa mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan.
"Dengan begitu, masyarakat bisa mencari penghasilan lebih aman dan terjamin. Terutama ketika terjadi hal hal yang tidak diinginkan," tutupnya. (Ibnu).