analisamedan.com -9 dari 11 paket proyek rehabilitasi irigasi dan jalan di Kota Padangsidimpuan gagal tender. Mengakibatkan pembangunan terhambat dan pertumbuhan ekonomi yang semestinya mengucur kemasyarakat menjadi hilang, Jum'at (28/08/2026).Dari datahttps://spse.inaproc.id/padangsidimpuankotatotal pagu angaran dari 9 proyek yang gagal tender tersebut mencapai Rp.8,1 Miliar.
Serta proyek dana bencana TKD Tambahan baru sedikit sekali yang dimuat di Inaproc Padangsidimpuan/LPSE dari Rp.110 Miliar.Dimana paket lelang yang gagal didominasi perusahaan lokal dengan sebagian alasan tidak menyampaikan fhoto kantor, tidak menyampaikan iuran BPJS dan tidak menyampikan riwayat penyedia.Ironi gagal tender ini berakibat belanja daerah untuk kepentingan masyarakat terhambat sementara sektor belanja perjalanan dinas di Kota Padangsidimpuan tidak ada kabar yang gagal diserap pejabat.Mulai dari perjalanan dinas ke Jakarta, Padang, Pekan Baru, Medan, Batam dan berbagai tempat di Indonesia sukses dicairkan. Dan diduga ini merupakan proyek kedinasan yang mengakibatkan pejabatnya selalu diluar kota acara-ke acara. Dalam sebulan bahkan hanya beberapa hari hadir di Sidimpuan itupun untuk acara seremonial fhoto 'cekrek' baru berangkat lagi seperti sopir travel tujuan Medan-Jakarta yang buru trip.Berbanding terbalik dengan proyek infrastruktur. Hingga hari ini baru sedikit sekali persentase yang dikerjakan baik itu bersumber dari DAU, DBH, BOK dan TKD Tambahan.Dan lebih parahnya, Dana penanggulangan bencana (TKD Tambahan) kebanyakan dinas teknis tidak ada yang mengerjakannya menunggu P-APBD yang mungkin tujuannya untuk menyeragamkan kebijakan pembagian proyek untuk elit di P-APBD.Padahal anggaran TKD Tambahan sudah lama dan berulang kali disampaikan Mendagri Tito Karnavian di transfer pemerintah pusat dengan besaran Rp.110 Miliar untuk penanggulangan bencana seperti bantuan sosial, infrastruktur yang rusak dan menjaga meningkatnya angka kemiskinan akibat banjir.Kebijakan ini seolah uang bencana sama dengan uang APBD Murni pengerjaannya. Untuk apa pemerintah pusat memberikan uang ini melalui TKD Tambahan sebagai penanggulangan bencana padahal bencananya sudah setahun tak juga dikerjakan. Irfan Nasution salah seorang warga Kota Padangsidimpuan mendesak KPK untuk turun periksa tata kelola pemda."Kita berharap KPK sesuai janjinya menyebutkan akan mengawal dana bencana. Ini di Kota Padangsidimpuan Dana Bencananya TKD Tambahan lama tak nampak. Datanglah pak sini main-main, biar bapak tau kek mana permainan sesungguhnya di Daerah. Kita lihat apa bapak KPK mampu membaca permainan memperlambat proyek ini kepentingannya apa" Harapnya.Berikut daftar Proyek Yang Gagal Tender1. REHABILITASI JALAN BM. MUDA KECAMATAN PADANGSIDIMPUAN SELATAN.
2. REHABILITASI BENDUNG DAN JARINGAN IRIGASI DI AEK SIPOGAS.
3. REHABILITASI JALAN PERUMAHAN SABUNGAN INDAH.
4. PEMBANGUNAN BENDUNG DAN JARINGAN IRIGASI DESA MANEGEN.
5. REHABILITASI BENDUNG DAN JARINGAN IRIGASI D.I GOTI KEC. PADANGSIDIMPUAN TENGGARA.
6. REHABILITASI BENDUNG DAN JARINGAN IRIGASI DI SABUNGAN JULU.7. REHABILITASI RUANG RAWAT INAP RSUD KOTA PADANGSIDIMPUAN.8. REHABILITASI JALAN SUTAN PARLAUNGAN HRP GG SETIA 2 LINGKUNGAN II KELURAHAN SADABUAN.9. PEMBANGUNAN JALAN AKSES MENUJU HUNTAP