analisamedan.com - Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan bahwa oleh-oleh paling berharga yang dibawa pulang jemaah haji dari Tanah Suci sesungguhnya bukanlah kurma, cokelat, maupun sajadah karena buah tangan itu dapat diberikan kapan saja.
"Bahwa sesungguhnya oleh-oleh terbaik lagi termulia dari ibadah haji adalah predikat haji mabrur yang tercermin dengan peningkatan kualitas ibadah, akhlak, serta kepedulian sosial para Dhuyufurrahman setelah kembali ke Tanah Air," kata Dahnil Anzar Simanjuntak di Aula 1 Madinatul Hujjaj Asrama Haji Medan, Sabtu (20/6/2026).
Dahnil menyampaikan itu ketika memberikan sambutan kedatangan jemaah haji Kelompok Terbang (Kloter) 16 Debarkasi Medan juga menyampaikan rasa syukur atas kepulangan seluruh jemaah dalam keadaan sehat dan selamat setelah melaksanakan seluruh rangkaian Rukun Islam kelima di Haramain yakni Makkah dan Madinah.
Jadi, sebut Simanjuntak buah tangan terbaik dari ibadah haji itu adalah mabrur yang harus tetap dijaga sepanjang hayat. Sedangkan berbagai buah tangan yang dibawa dari Arab Saudi pada akhirnya akan habis.
"Kurma akan habis, cokelat akan habis, sajadah akan usang. Namun ada satu oleh-oleh yang tidak akan pernah habis, yaitu haji yang mabrur dan hajah yang mabrurah. Mudah-mudahan setelah pulang ke rumah, salat semakin baik, sedekah semakin banyak, dan akhlak semakin mulia," ujar Wamen Kemenhaj RI.
Di hadapan para jemaah, Dahnil menyampaikan harapan dari Presiden Prabowo Subianto serta Kementerian Haji dan umrah, Dahnil turut mendoakan seluruh jemaah agar memperoleh predikat haji mabrur dan hajah mabrurah serta senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam kehidupan sehari-hari.