analisamedan.com - Universitas Methodist Indonesia (UMI) Medan menggelar Sidang Terbuka Senat dengan agenda Wisuda Ahli Madya, Sarjana, Profesi Dokter dan Pascasarjana Periode II Tahun 2026, di Convention Hall Hotel Danau Toba Internasional, Medan, Selasa (27/10/2026).
Sebanyak 499 wisudawan dilantik Rektor UMI Medan Dr. Humuntal Rumapea, M.Kom dalam prosesi wisuda yang berlangsung dalam dua sesi. Dari jumlah tersebut, 228 wisudawan mengikuti prosesi pada sesi pertama dan 271 wisudawan pada sesi kedua.
Acara diawali dengan khotbah yang disampaikan Pimpinan GMI Wilayah I, Bishop Antoni Manurung, M.Th, di hadapan para wisudawan dan tamu undangan.
Ketua Panitia Wisuda, Prof. Dr. Ir. Ernita Panjaitan, M.Si, melaporkan dari 499 wisudawan tersebut terdapat 74 lulusan yang berhasil meraih predikat cumlaude.
Rektor UMI Medan Dr. Humuntal Rumapea, M.Kom dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan yang telah menyelesaikan pendidikan dan memperoleh gelar akademik masing-masing.
Ia berpesan agar para lulusan tidak hanya mengandalkan ijazah ketika memasuki dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat, tetapi juga membekali diri dengan kemampuan yang sesuai dengan perkembangan zaman.
"Sekarang ini kita berada di era artificial intelligence (AI). Ini menjadi tantangan bagi para lulusan untuk mampu masuk, menyesuaikan diri dan sukses di tengah perkembangan AI," ujar Humuntal.
Menurutnya, para lulusan perlu terus mempelajari teknologi dan mengembangkan kemampuan diri agar mampu bersaing. Selain kemampuan akademik, lulusan juga harus memiliki soft skill yang tidak mudah digantikan oleh mesin.
"Yang diperoleh di bangku kuliah harus dibarengi soft skill yang tidak bisa dipelajari oleh mesin. Bekal tersebut nantinya dapat digunakan untuk memperoleh pekerjaan maupun menciptakan lapangan pekerjaan," katanya.
Humuntal juga menyampaikan apresiasi kepada para orangtua yang telah memberikan kepercayaan kepada UMI untuk mendidik putra-putrinya. Ia menegaskan UMI akan terus berupaya meningkatkan fasilitas dan kualitas pendidikan guna menghasilkan lulusan yang semakin baik.
Sementara itu, Kepala LLDikti Wilayah I, Prof. Drs. Saiful Anwar Matondang, MA, Ph.D, mengatakan pelaksanaan wisuda menjadi kebanggaan karena UMI kembali melepas para alumninya untuk mengabdi dan berbakti kepada masyarakat, bangsa dan negara.
Ia mengapresiasi perkembangan UMI yang telah memiliki sejumlah program studi dengan predikat unggul serta akreditasi perguruan tinggi yang juga unggul.
"Ketua program studi dan dekan yang belum unggul diharapkan dalam satu atau dua tahun ke depan dapat menyusul saudara-saudaranya yang sudah unggul," ujarnya.
Saiful Anwar mengingatkan para lulusan bahwa tantangan dunia kerja saat ini semakin berat. Pertumbuhan industri yang cenderung stagnan, ditambah kondisi ekonomi global dan sektor keuangan yang belum menentu, turut berdampak terhadap terbatasnya lapangan pekerjaan bagi lulusan perguruan tinggi.
Karena itu, ia menitipkan tiga pesan kepada para wisudawan. Pertama, memperbanyak pertemanan, membangun kolaborasi dan memperluas jaringan atau network karena hal tersebut dapat membantu dalam membangun karier maupun menjadi pengusaha muda.
Kedua, para lulusan diminta untuk terus belajar melalui berbagai sumber, baik buku, internet maupun pengalaman dari orang-orang yang lebih senior.
"Tidak semua ilmu bisa kita dapatkan dari internet dan buku. Ada ilmu yang hanya bisa diperoleh melalui pengalaman," katanya.
Pesan ketiga, Saiful Anwar meminta para lulusan untuk senantiasa menghormati dan tidak melupakan orangtua yang telah berjuang mengantarkan mereka hingga memperoleh gelar akademik. "Jangan sekali-kali ketika sudah berhasil melupakan orangtua. Karena masih ada berkah dari orangtua," pesannya.
Dalam kesempatan tersebut, Saiful Anwar juga menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Perguruan Gereja Methodist Indonesia (YP GMI) yang terus memberikan dukungan terhadap pengembangan UMI, termasuk peningkatan kualitas dosen melalui jenjang guru besar, lektor kepala dan doktor.
Ketua YP GMI Wilayah I, Pdt. Binran Sipayung mengatakan wisuda merupakan hari bersejarah bagi para lulusan yang telah mendapatkan gelar sarjana maupun magister.
Ia mengajak para lulusan agar menjadi berkat bagi keluarga, sahabat, masyarakat, bangsa dan negara.
"Jadilah orang yang membawa solusi ketika bekerja, membawa perubahan ketika mengabdi dan membawa kebaikan dalam hidup," pesannya.
Binran juga mengingatkan para wisudawan agar tidak cepat merasa puas dengan gelar yang diperoleh. Pendidikan, kata dia, harus terus dilanjutkan seiring dengan pengembangan diri dan kepercayaan kepada Tuhan.
Ia kemudian mengutip pesan tokoh Afrika Selatan, Nelson Mandela, yang menyebut pendidikan sebagai salah satu kekuatan penting untuk mengubah dunia. "Jangan merasa puas dengan gelar sarjana yang disandang hari ini. Teruslah belajar ke jenjang yang paling tinggi," katanya.
Rangkaian kegiatan wisuda turut diisi dengan penyerahan cenderamata kepada doktor baru yang telah menyelesaikan studi lanjut jenjang doktoral. Penyerahan cenderamata dilakukan Bishop Antoni Manurung, M.Th.
Wisuda UMI Medan Periode II Tahun 2026 tersebut menjadi momentum bagi 499 lulusan untuk memasuki tahapan baru kehidupan, baik melanjutkan pendidikan, memasuki dunia kerja maupun menciptakan lapangan pekerjaan di tengah masyarakat.