analisamedan.comFakultas Agama Islam Universitas Medan Area (FAI UMA) mendapat dukungan dalam program orangtua asuh hafiz Alquran.UMA memberikankesempatan, diperiode awal tahun ajaran 2022-2023 bagi mahasiswa yang hafiz Alquran 10 juzkeatas, mereka diberikanbeasiswa hafiz Aquran sebanyak 50% dari yayasan.
Demikian siaran persditerima dari Dekan FAI UMA, Dr. Hasrat Efendi Samosir, MA kepada analisamedan.com, Sabtu (11/03/2023)
Dekan FAI UMA inimenjelaskan secara rinci bahwa mahasiswaFAI UMA mendapatkan orangtua asuh.
BACA JUGA :Sukses Gelar RKF, FISIP UMA Berkomitmen Unggul dalam Akademik dan Pengembangan Ilmu
"Dan alhamdulillahkita di periode awal, orangtua mahasiswa diberikan beasiswa dari yayasansebanyak 2 orang, sedangkan yang lainnya mereka mendapatkan bantuan beasiswahafiznya dari orangtua asuh," ujarnya
Adapun mahasiswa FAI UMA yang hafiz Alquranitu diatas 10 juz ada sebanyak 8 orang, dan1-5 juz ada 3 orang.
Mahasiswa yang mendapatkan beasiswa penuh itu yakni pertama Nurdilla Nasution hafizoh Alquran 30 juz,dan kedua Zahrani hafizoh 20 juz Alquran.
BACA JUGA :Prof. Bagir Manan : Mahasiswa Penentu Masa Depan Jurnalisme Berkualitas
Kemudian Uswatun Hasanah hafizoh 20 juz Alquran, Faizah Nur Rizky hafizoh 15 juz Alquran dan Hamiyah Hafizoh 15 juz Alquran. "Nah itulah tadi dari akhwatnya atau mahasiswinya," jelasnya.
Sedangkan, lanjutDr Hasrat dari mahasiswanya yang hafiz Alquran yaitu ada Faldo yaitu hafiz 10 juz Alquran, Febri Fauzi Adami hafiz Alquran sebanyak 13 juz,Feriansyah hafiz Alquran 15 juz,selanjutnya yang hafiz 1-5 juz itu adalah Ahmad Ibrahim kemudian Tommy Prandanadan Muhammad Fikri.
BACA JUGA :Evolusi Fotografi dalam Foto Jurnalistik di Era Media Digital
Sedangkan yang 5 juz ini baru 1 orang yang mendapatkanbantuan yaitu atas nama Tommy Prandana asal LabuhanBatu Utara, dan Ahmad Ibrahim masihbiaya sendiri, tapi dia sudah dimasukkan bantuan dariorangtua asuh dari wali murid atau kelompok orangtua murid dari sekolah Yayasan Shafiyyatul Amaliyyah, dipimpin oleh ibu Asmahan Akbar,dimana mereka mengalokasikan 5 orang yang mereka bantu yaitu terdiri dari AhmadIbrahim, Nurdilla, Uswatun Hasanah, Febri Fauzi Adami, dan Feriansyah.
"Mereka mendapatkan Rp.200ribu sebulan selama 6 bulan, maka setia semester mereka mendapatkan Rp.1.200.000. Di sampingini tadi bisa membantu mereka. Mereka ini sudah mendapatkan orangtua asuhmasing-masing dari bapak Dr. Novri Opusunggu Aritonang, SH, MH, anggota DPR RIDapil Kalimantan Selatan, Komisi 3 tetapi beliauadalah putra daerah Simalungun, beliau sangat peduli dengan beasiswa hafiz ini,dan beliau menjadi orangtua asuh," ungkap Dr Hasrat.
BACA JUGA :BBH UMA Melaksanakan Pengabdian Masyarakat di Desa Medan Krio Sunggal
Orangtua asuh kedua adalah Ustaz Hidayatullah, SE anggota DPR RI dari Dapil SumateraUtara 1, beliau berkenan menjadi satuorang ayah asuh hafiz Alquran.
Selanjutnya orangtua asuh hafiz Alquran yaitu dari pengurus yayasan Bapak Drs. Abdul Muthalib Lubis, MAP. Kemudian daripemborong Kampus UMA yaitu Bapak Agus Sukamto. Berikutnya dari pengusaha sawit yaitu Bapak H.Tukijan, beliau banyak mendirikan pabrik-pabrik sawit di Kalimantan. Selanjutnya juga bantuandari anggota DPRD Sumatera Utarayaitu Bapak H. Yahdil Khoir Harahap, MBA, beliau berkenan menjadi orangtua satuhafiz dan berikutnya ada Bapak H. Suyanto, SE, beliau ini adalah seorang hambaAllah seorang muhsisin yang juga ikut berpartisipasi menjadi orangtua asuh.
Berikutnya, donatur lainnya adalah Dr. Ir. Suswati,MP yang merupakan Wakil Rektor BIdang Pengembangan SDM dan Administrasi Keuangan UMA, dan Dr. Effiati Juliana Hasibuan M.Si yang juga Dekan FISIP UMA.
"Insha Allah program ke depan orangtua asuh hafiz ini akan terusdikembangkan dan sebangai pimpinan Fakultas Agama Islam kita menyampaikanapresiasi dan ucapan terima kasih dengan program positif ini, dan juga kita berikan penghargaan yangsetinggi-tingginya," ujar Dr. Hasrat yang akan memberikan laporan tentang perkembanganstudi anak-anak hafiz Alquran.
Rumah Hafiz Alquran
Sebagai DekanFakultas Agama Islam, kata Dr. Hasrat tentunya program ini ada 2 hal yang dilihat, pertama banyak sekarang tumbuh rumah-rumahhafiz Alquran, ini tentunya mereka ada yang darikampung terbatas ekonomi, mereka ini hafiz hafizoh ada yang 10, 20, 30 juzpunya kemampuan hafalan yang luar biasa,namun tidak boleh mengajar secara formal karena tidak memiliki ijazah atau kompetensi dalam mengajar.
Padahal mereka punya ilmu, punya hafalanyang bagus yang sangat bermanfaat bagi anak-anak lokal, ada guru juga yang manamnegajar namun dia tidak hafiz sehingga dia tidak bisa mendorong anak-anak tadi sehingga programhafiz tadi yang kebanyakan sebagai ekstrakulikulernya dan sebagainya.
Tentunya kalau mereka ini kuliah sepertiini, mereka tidak hanya hafiz hafizo Alquransaja, tapi juga mempunya skill dankemampuan, serta kemampuanmengajar, teknik mengajar dan juga teknik komunikasi yang baik. kemudian denganmereka mempunyai ijazah itu secara legal, secara formal, maka mereka juga akanbisa mengisi berbagai posisis di pemerintahanatau juga bisa sebagai cikal bakal PNSatau guru.
"Sehingga mereka tidak hanya pulang ke kampung tetapi mereka mungkin bertani,mengajar ngaji yang nonformal, tapi mereka juga berhak punyakemampuan mengisi jabatan-jabatan di pemerintahan," ungkap Dr. Hasrat.
Karena itu, pada tahun ajaran depan 2023-2024 kitaberharap para hafiz Alquran, para hafizo bisabergabung, mereka akan diberikan kesempatan untuk juga diberikan kesempatanuntuk beasiswa dari yayasan kemudian juga beasiswa dari orangtua asuh.
Dekan FAI UMA juga berharap para muslimin dan muhmininbila ada rezeki dapat bergabung menjadi orangtua asuh.Disamping juga kita berusaha agar nanti partisipasi BUMN, BUMD dll yang nantikita akan sampaikan secara transparan dan terbuka sehingga nanti banyaknyahafiz hafizo ini bisa mengisi kuliahmereka ditengah keterbatasanekonomi, yang dari kampung atau dari berbagai tempatlain yang memilik harapan bisa menikamatibagaimana indahnya bisa menjadi mahasiswa dibangku perkuliahan.