analisamedan.com -"PupukBiosaka terbuat dari lima jenis tanaman hijau yang diremas, kemudian dimasukkanke dalam wadah berisi dua sampai lima liter air" merupakan bagian dari informasiyang disampaikan pada saat pelaksanaan Program Kemitraan Masyarakat UMSU 2023yang dilaksanakan pada Sabtu, 24 Juni 2023.
KegiatanPKM UMSU 2023 itu di Kelompok Tani (Koptan) Berdikari Jaya dengan komoditi usaha tani jagungyang berlokasi di Desa Perpanden Kecamatan Kutalimbaru Kabupaten Deli Serdang, denganjudul PKM adalah "Pembuatan Pupuk Cair Biosaka dan Pestisida Nabati BerbahanOrganik"
Biosakaberasal dari dua suku kata yaitu Bio yang artinya hidup dan Saka singkatan dari"Selamatkan Alam Kembali ke Alam" sehingga secara harfiah Biosaka adalah elisitoryang berbahan aktif dari makhluk hidup yang berguna untuk menyelamatkan alamdengan cara alami, tidak hanya bermanfaat untuk melestarikan lingkungan. Biosakajuga bisa meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas tanaman.
Selainitu, penggunaan Biosaka juga bisa menghemat pupuk kimia dari pabrik hingga 50persen, mengurangi serangan hama penyakit. hasil panennya berkualitas dan Biosakaini merupakan produk kearifan lokal. Hal ini disampaikan Ketua Pelaksana ProgramPKM yaitu Muhammad Thamrin, M.Si pada saat pembukaan kegiatan PKM didampingianggota PKM yaitu Dr. Ir. Desi Ardilla,M.Si dan Dr. Bunga Raya Ketaren, SP., M.Sc dengan Anggota dari Mahasiswa yakni MuhammadVallery dan Puspita Wulan Rahmadani.
PembuatanBiosaka
Pelaksanaankegiatan pelatihan oleh Tim PKM, juga didampingi oleh Penyuluh PertanianLapangan WKPP Desa Perpanden Riswan Rudyanto, SP.
MenurutRiswan pada pelatihan pembuatan Biosaka membutuhkan bahan yang sangat sederhanayaitu rumput atau daun-daunan sehat, sempurna, ukuran daun simetris, tidakterserang hama dan penyakit, tidak berlubang, ujung daun tidak kusam, tidakjamuran, dan warna daunnya merata.
Daundiambil dari pucuk cukup 2 sampai 4 daun dengan batangnya. Pilih rumput ataudaun minimal 5 jenis berasal dari tanaman yang berbeda.
Setelahbahan dan alat tersedia, langkah berikutnya yaitu proses pembuatan Biosaka.Adapun cara membuat Biosaka dengan mudah, campurkan seluruh bahan dalam airbersih sebanyak 2 hingga 5 liter air.
Daun-daunanatau rumput diremas sembari terus diaduk. Peremasan dilakukan sampai semuabahan tercampur merata, biasanya memerlukan waktu 10 sampai 20 menit.Pencampuran bahan tidak boleh menggunakan blender, mesin, atau alat tumbuk. Setelahhomogen secara sempurna kemudian saring Biosaka menggunakan saringan danmasukkan dalam botol atau jerigen. Ramuan Biosaka bisa langsung diaplikasikandan sisanya dapat disimpan. Biosaka diaplikasikan dengan menyemprotkannya ketanaman, mengikuti arah angin dan dikabutkan
PembuatanPestisida Nabati
Padapelatihan pembuatan Biosaka di Kelompok Tani Berdikari Jaya ini jugadirangkaikan dengan kegiatan pembuatan pestisida nabati organik berbahan bakuDaun Nimba.
Daunnimba merupakan salah satu tumbuhan sumber bahan pestisida nabati yang dapatdimanfaatkan untuk pengendalian hama.
Daunnimba mudah ditemukan dilokasi pengabdian serta proses pembuatan yang mudah danmurah membuat antusias Kelompok Tani Berdikari Jaya mengikuti kegiatan inisampai akhir acara.
Ketua Kelompok Taniyaitu Bapak Darmanta mengucapkan terima kasih akan pelaksanaan kegiatan PKMdari UMSU ini.
"Alhamdulillah dengan adanya kegiatanini, banyak sekali manfaat yang bisa kami dapatkan, ternyata Biosaka yang saatini banyak diperbincangkan oleh petani se-Indonesia dapat dilatih juga dikelompok tani saya dan ternyata pembuatannya tidak sesulit yang saya bayangkandan pembuatan pestisida nabati organik yang bahan bakunya yaitu daun Nimba ini,banyak di lokasi kami, "buatnya pun gampang" ujar Darmanta.
Membersamai kegiatan PKM ini, Dosen FakultasPertanian UMSU yaitu Khairunnisa Rangkuti, SP., M.Si, Sri Utami, SP., MP, Ir.Wizni Fadhillah, M.Agr, Dr. Sasmita, SP., M.Si, Fitria, SP., MP, dan HazenArrazie Kurniawan, SP., M.Si.