Motif Profesional dan Loyalitas Kepada Penguasa Masih Terjadi dalam Tugas Jurnalistik

Dosen Komunikasi UMA Raih Gelar Doktor Komunikasi
Taufik Wal Hidayat
analisamedan.com/istimewa
Dosen Ilmu Komunikasi UMA Taufik Wal Hidayat beserta keluarga foto bersama dengan para penguji usai promosi Doktor Komunikasi di UINSU Medan, Senin (27/02/2023)

analisamedan.com -Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Medan Area (UMA)Taufik Wal Hidayat berhasil merail gelar Doktor Komunikasi di Universitas IslamNegeri Sumatera Utara (UINSU) Medan, Senin (27/02/2023) di Aula Fakultas Dakwahdan Komunikasi UINSU Jalan Williem IskandarMedan Estate.

Penyematan doktor komunikasi tersebut setelah berhasilmempertahankan disertasinya berjudul "Independensi Wartawan dalam MenjalankanTugas Jurnalistik di Kota Medan" pada sidang terbuka (promosi) doktor UINSU Medan.

Sidang Promosi tersebut dipimpin Ketua Sidang Prof. Dr. Lahmuddin, M.Ed, Sekretaris Sidang, Dr.Rubino, MA, dengan penguji internal Dr. Hasrat Samosir, MA dan Dr. Anang AnasAzhar, MA, penguji luar Dr. Nina Siti Salmaniah Siregar, M.Si, serta PromotorProf. Dr. Syukur Kholil, MA dan Co-promotor Dr. Ahmad Thamrin Sikumbang, MA.

Turut hadir dalam promosi doktor tersebut, Ketua PWISumu H. Farianda Putra Sinik, SE beserta sejumlah pengurus, Rektor UMA diwakiliWakil Rektor III Dr. Rizkan Zulyandi SH,MH, para dosen di lingkungan FISIP UMA,para dosen UINSU, UMSU, para kandidat doktor UINSU dan pihak keluarga dari promovendus.

BACA JUGA :MUI Angkat Bicara Terkait Pesta Waria di Sidimpuan

Dalam sidang terbuka tersebut, Dr. Taufik Wal Hidayatmengemukan berdasarkan hasil penelitian terhadap wartawan media cetak, wartawanmedia elektronik dan wartawan media onlinedi Kota Medan ditemukan bahwa penerapan independensi wartawan belum bisa diwujudkansecara penuh, karena adanya benturan kepentingan mulai dari kepentingan pemilik media, manajemenperusahaan, pengiklan, pemerintah, masyarakat dan kepentingan ekonomi pribadiwartawan.

Temuan lainnya adalah penerapanindependensi wartawan saat melaksanakan tugasjurnalistik memiliki dua motif yakni pertama motif profesionalyang diwujudkan dengan integritas, kejujuran, kebenaran, keadilan dan kreativitas. Motif keduaadalah motif loyalitas kepadapenguasa. Di sini wartawan tidak bisa bebas berkreativitas karena dominasi kepentingan terlalu besar sehinggamemunculkan otoriter, kemitraan dan komersialisasi media.

Mempengaruhi

Independensi wartawan dimungkinkan terwujuddengan gaya penulisan berita feature (karangan khas). Peliputandan pemberitaan dengan penulisan feature wartawan memiliki ruangkemandirian untuk berkreativitas. Gaya penulisan feature lebih mengasahkepekaan wartawan terhadap sisi kehidupan manusia dan peristiwa yangterjadi.

Suami dari Rana Setiawati SE ini juga mengemukakan dampakdari penerapan independensi yang terjadi adalah wartawan mendapat tekanandan ancaman. Tekanan dan ancaman ituberimbas kepada adanya berita pesanan,perubahan prinsip kerja wartawan serta pemecatan atau pemberhentian.

Sedangkan faktoryang mempengaruhi independensi wartawan dalam bertugas adalah faktor internaldan faktor eksternal. Faktor internal lebih dominan yakni kepentingan pemilikmedia/pemodal, manajemen perusahaan, manajemen redaksional. Dibandingkan faktor eksternal yakni pengiklan,pemerintah dan berbagai kelompok masyarakat.

"Namunkedua faktor tersebut saling mempengaruhi independensi wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik," ungkap wartawan Analisa 2000-2020.

Alumni S1 Komunikasi FISIPUSU dan Penulis Tajuk Harian Analisa 2015 – 2020 ini dari hasil disertasinyamerekomendasi kepada wartawan agar tetap menjaga dan mewujudkan independensidengan selalu meningkatkan kompetensi dan mentaati kode etik jurnalistik dan UUPers No. 40/1999.

Rekomendasi lainnya, ungkappengurus PWI Sumut ini ditujukan kepada pemilik media dan menajemen perusahaanuntuk tidak terlalu mencampuri persoalan redaksional, dan diminta lebih seriusmemperhatikan kesejahteraan wartawan. Komersialisasi media harus tetapmenjunjung prinsip-prinsip jurnalisme dan kode etik jurnalistik.

"Kepada organisasikewartawanan, untuk selalu memberikan perhatian dan perlindungan yang serius kepadawartawan. Dan juga sosialisasikantentang kodeetik jurnalistik dan undang- undang pers kepada para stakeholder mulai dari masyarakat hingga lembaga pemerintah dan swasta. Sosialiasasi yang intens diharapkan terjadi pemahamanyang sama terhadap prinsipkerja wartawan," ujar alumni S2 MAPUMA.

Pada promosi doktor tersebut, Dosen tetap UMA inimenyampaikan terima kasih dan dukungan semua pihak atas penyematan gelar doktorkomunikasi, termasuk kepada pengurus Yayasan Pendidikan Haji Agus Salim, KetuaM. Erwin Siregar, MBA, Sekretaris Dr. M.Akbar Siregar dan Rektor UMA Prof. Dr.Dadan Ramdan yang peduli memberikan bantuan dan dukungan dalam penyelesaianprogram doktor.

Penulis
: ilham
Editor
: sugiatmo

Tag:

Berita Terkait

Medan

Enam Doktor FISIP UMA Kuatkan Komunikasi Organisasi dan Pengelolaan Informasi Publik di PT Cinta Raja Kebun Silinda

Medan

PKM FISIP UMA Dorong Peningkatan Kualitas Pelayanan Prima Retail Fashion melalui Penguatan Komunikasi Efektif

Medan

155 Mahasiswa Komunikasi FISIP UMA Laksanakan KKL

Medan

FISIP UMA Terjunkan 6 Doktor dalam PKM di Dispora Medan

Medan

FISIP UMA Berkerja Sama dengan KPU Sumut Gelar Sosialisasi Peningkatan Partisipasi Pemilih

Medan

Dosen FISIP UMA Sosialisaskan Teknik Komunikasi Penyuluhan di Dinas Pertanian Deli Serdang