analisamedan.com -Harga daging ayam di Kota Medan dan sekitarnya terus mengalami kenaikan tajam sejak program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai dijalankan. Kenaikan harga dari Rp25.000 menjadi Rp33.000 per kilogram di tingkat pengecer membuat para pedagang kecil kelimpungan menutupi biaya produksi.
Sejumlah pedagang yang menggunakan bahan ayam sebagai menu utama, seperti penjual ayam penyet, bakso, misop, hingga ayam goreng, mengaku kesulitan menyeimbangkan modal dan pendapatan. Mereka memilih menahan diri untuk tidak menaikkan harga jual agar tidak kehilangan pelanggan, meskipun keuntungan yang diperoleh semakin menipis.
"Kalau kami naikkan harga, pelanggan bisa kabur. Tapi kalau tidak dinaikkan, keuntungan tinggal sekilat," ujar Ulfa (35), pedagang ayam penyet di Jalan Karya Jaya, Medan, Minggu (26/10/2025).
Ia mengatakan,pendapatannya menurun sejak harga ayam terus merangkak naik. "Modal makin besar, sementara pelanggan makin sepi karena daya beli masyarakat juga turun. Sekarang ini yang penting bisa bertahan saja," katanya.
Disebutkan kenaikan harga ayam berdampak langsung pada pelaku usaha mikro yang menggantungkan penghasilan dari produk berbahan dasar ayam. Banyak pedagang kini mengaku terpaksa mengurangi porsi dagangan atau mencari cara lain agar tetap bisa berjualan.