FKM USU Edukasi Hidroponik Rancangan Kebun Gizi Baru untuk Memperkuat Ketahanan Pangan di Desa Telaga Tujuh

Taufik Wal Hidayat
analisamedan.com/ist
Dosen FKM USU foto bersama di sela- sela kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui program Kebun Gizi Tangguh Adaptif (KEBUN GITA) di Desa Telaga Tujuh, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang, pada Senin, 21 September 2026.

analisamedan.com - Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara (FKM USU) melaksanakan pengabdian kepada masyarakat melalui program Kebun Gizi Tangguh Adaptif (KEBUN GITA) di Desa Telaga Tujuh, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang, pada Senin, 21 September 2026.

Kegiatan tersebut dirangkaikan edukasi dan pengenalan budidaya hidroponik kepada kader dan masyarakat desa setempat, sebagai salah satu upaya FKM USU dalam mendorong penguatan ketahanan pangan berbasis komunitas melalui pemanfaatan budidaya yang adaptif dan dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

Program ini digagas sebagai respons atas peristiwa banjir rob yang melanda Desa Telaga Tujuh pada akhir tahun 2025, yang sempat memutus akses distribusi bahan pangan dan mengancam status gizi kelompok rentan seperti ibu hamil, balita, lansia, dan penyandan g disabilitas.

Melalui program KEBUN GITA ini, tim pengabdian FKM USU berupaya meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan gizi mitigasi bencana sekaligus membangun kebun gizi adaptif sebagai sumber pangan alternatif yang dapat diakses secara cepat pada masa tanggap darurat bencana.

Kegiatan yang melibatkan mahasiswa FKM USU itu, diketuai Dr. Sri Novita Lubis, S.K.M., M.Kes., dengan anggota Prof. Ir. Etti Sudaryati, M.K.M., Ph.D., Puteri Citra Cinta Asyura Nasution, S.K.M., M.P.H., Fadilah Aini, S.K.M., M.Kes., dan Izzah Dienillah Saragih, S.K.M., M.Epid. Keterlibatan mahasiswa FKM USU berperan dalam pendampingan dan dokumentasi kegiatan di lapangan.

Ketua Tim Pengabdian FKM USU, Dr. Sri Novita Lubis, S.K.M., M.Kes., dalam sambutannya menekankan bahwa kegiatan yang telah dilaksanakan diharapkan tidak berhenti setelah rangkaian pengabdian selesai, tetapi dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat.

"Semoga Kebun GITA ini dapat terus berkelanjutan ke depannya dan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Telaga Tujuh. Kami berharap apa yang telah dilakukan bersama dapat terus dilanjutkan dan memberikan dampak yang baik bagi masyarakat," ujar Dr. Sri Novita Lubis.

Ia juga berharap keterlibatan kader dan masyarakat dapat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan kebun gizi dan hidroponik yang telah diperkenalkan. Keberlanjutan program, menurutnya, tidak hanya bergantung pada sarana yang telah tersedia, tetapi juga pada kemauan dan keterlibatan masyarakat untuk merawat, mengelola, serta mengembangkan kegiatan tersebut secara bersama-sama.

Edukasi

Muhammad Al Faraby dari tim hidroponik dalam edukasi dihadapan 18 peserta terdiri atas kader dan masyarakat setempat, mengenalkan konsep dasar budidaya hidroponik serta tahapan yang perlu dipahami sebelum penanaman, mulai dari alat dan bahan, proses pembibitan, hingga mekanisme sirkulasi air pada instalasi hidroponik.

Pemaparan ini menjadi pengenalan awal agar kader dan masyarakat memahami bagaimana hidroponik dapat menjadi salah satu alternatif budidaya tanaman pangan.

Menurut Muhammad Al Faraby, pemahaman terhadap setiap tahapan penting agar instalasi yang telah dibuat dapat dikelola dengan baik. Mulai dari pembibitan hingga memastikan sirkulasi air berjalan, setiap tahapan membutuhkan perhatian dan pengelolaan rutin.

"Harapannya, apa yang sudah kita edukasikan hari ini tidak hanya berhenti pada saat kegiatan berlangsung. Hidroponik ini mudah-mudahan bisa terus dirawat, dikembangkan, dan dimanfaatkan oleh kader serta masyarakat Desa Telaga Tujuh sehingga ke depannya dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan," ujarnya.

Usai pemaparan, peserta tidak hanya menerima materi secara teori. Mereka diajak melihat langsung instalasi hidroponik yang telah disiapkan, mengenali bagian-bagiannya, dan mengamati proses sirkulasi air yang menjadi bagian penting sistem hidroponik.

Peserta menyaksikan proses pembibitan, mulai dari persiapan bibit hingga penanaman pada instalasi yang tersedia. Pengalaman langsung ini diharapkan menjadi bekal bagi kader dan masyarakat untuk mengelola dan melanjutkan hidroponik secara mandiri. Kegiatan itut menjadi bagian dari pendekatan partisipatif dalam pelaksanaan KEBUN GITA.

Sebelumnya, Desa Telaga Tujuh telah memiliki kebun gizi yang dikelola masyarakat, salah satunya melalui Posyandu Mawar 1, dan hasilnya dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan sasaran Posyandu.

Namun, masyarakat masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti kerusakan tanaman akibat banjir, keterbatasan sumber daya manusia dalam pengelolaan, gangguan ternak warga, dan kebutuhan menyesuaikan jadwal kegiatan. Kondisi ini menjadi pertimbangan dalam mengembangkan kebun gizi yang lebih adaptif terhadap lingkungan Desa Telaga Tujuh.

Melalui pengenalan hidroponik, masyarakat mengenal salah satu alternatif budidaya yang dapat menjadi bagian dari pengembangan kebun gizi ke depan.

Kepala Desa Telaga Tujuh, Sunarto, menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan tersebut. Ia berharap pengenalan hidroponik melalui KEBUN GITA dapat terus berlanjut setelah rangkaian kegiatan pengabdian selesai.

"Harapan kami kegiatan ini dapat terus berlanjut. Hidroponik yang sudah diperkenalkan kepada masyarakat mudah-mudahan dapat dirawat dan dikembangkan bersama oleh kader dan masyarakat, sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang," ujar Sunarto.

Penulis
: hadi
Editor
: taufik

Tag:

Berita Terkait

Medan

Dosen UMA Lintas Prodi Pengabdian Kepada Masyarakat di Desa Purwodadi Sunggal Deli Serdang

Medan

Pegadaian Kanwil I Medan Dukung Edukasi Antikorupsi bagi Mahasiswa Baru UISU

Medan

Pegadaian Edukasi 200 Mahasiswa USU Soal Keuangan dan Risiko Pinjol Ilegal

Medan

Rapat Dengan Dewan Pendidikan, Bupati Deli Serdang Setujui Diklat Guru dan Kepala Sekolah Berbasis BNSP

Medan

Jamiluddin: Pembangunan Deli Serdang Mulai Menjangkau Wilayah Pedalaman, Akses ke Desa Buluh Awar dan Sala Bulan Makin Lancar

Medan

Monitoring Dewan Pendidikan di Pedalaman Sibolangit Temukan 10 Siswa Belum Masuk Dapodik