analisamedan.com -Maraknya aksi
begal dalam beberapa pekan terakhir menimbulkan keresahan luas di tengah masyarakat. Sejumlah kasus terjadi di berbagai titik, mulai dari penyerangan terhadap pedagang hingga perampasan kendaraan bermotor dengan ancaman senjata tajam dan alat setrum. Fenomena ini tidak hanya menyasar satu kelompok tertentu, tetapi telah menyentuh berbagai lapisan masyarakat, termasuk pelajar dan pekerja.Di sejumlah wilayah, termasuk kawasan Belawan, warga dilaporkan semakin khawatir terhadap keamanan lingkungan mereka. Aktivitas sehari-hari, terutama pada malam hingga dini hari, kini dibayangi rasa takut. Jalanan yang seharusnya menjadi ruang aman untuk mobilitas dan kegiatan ekonomi justru berubah menjadi titik rawan kejahatan.Founder Ethics of Care sekaligus mantan Anggota Komisi Yudisial 2015–2020, Farid Wajdi, menilai meningkatnya kasus
begal bukan lagi insiden yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari pola kriminalitas yang terus berkembang. " kondisi ini mencerminkan adanya masalah serius dalam ekosistem keamanan, termasuk kemungkinan keterlibatan jaringan penadah serta lemahnya upaya pencegahan." ujar Farid wajdi, Minggu (19/4/2026)Ia menegaskan bahwa keberanian pelaku yang semakin meningkat dengan penggunaan senjata dan aksi berkelompok menjadi indikator menurunnya efek jera terhadap hukum. Di sisi lain, masyarakat mulai mempertanyakan efektivitas peran aparat keamanan. Meski penindakan telah dilakukan, publik menilai langkah tersebut belum cukup untuk menekan angka kejahatan secara signifikan.